Beberapa bulan lalu AKHIRNYA gw beli bukunya Ilana Tan yang Sunshine Becomes You (setelah nyerah berbulan-bulan nyari di internet e-book gratisannya dan nggak nemu). Ngerasa agak bego' sih pas abis beli. Secara waktu itu gue lagi cekak dan belum beli tiket kereta buat pulkam, tapi bisa2nya malah beli novel. NOVEL teman2!! Suatu benda yang merupakan kebutuhan "Super Duper Tersier" buat anak kosan macem gue. Tapi berhubung gue paling ga bisa kalo dibikin penasaran, ya udaah. . Ini dia wujudnya...
 |
Judul : Sunshine Becomes You
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
|
Ini kisah yang terjadi di bawah langit New York...
Tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan...
Tentang impian yang bertahan diantara keraguan...
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.
Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu -malaikat kegelapan yang membuatnya cacat. kemudian Mia Clark tertawa, dan Alex bertanya-tanya bagaimana bisa gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapan.
Awalnya, mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakuatan dan berharap bumi menelannya detik itu juga. Kemudian Alex Hirano tersenyum, dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai-sampai Mia takut mendengarnya.
Seperti tetralogi empat musimnya, novel yang satu ini juga mengambil setting di luar negri, Amerika kali ini. Bercerita tentang kisah cinta antara Alex Hirano, seorang pianis tampan yang dingin dengan Mia Clark, penari cantik yang ternyata menyimpan sebuah rahasia besar.
Berawal dari pertemuan yang membuat tangan kanan Alex patah, Mia dihadapkan pada situasi-situasi yang memamcing pembaca ikut merasa benci kepada alex karena sikap "kejam" nya terhadap mia. Akan tetapi seiring dengan kebersamaan keduanya, Alex dihadapkan pada kenyataan bahwa hatinya telah berubah, perasaannya kepada gadis itu telah berubah. ..Namun, apakah ego Alex mengijinkannya untuk mengakui bahwa dirinya telah bertekuk lutut karena senyum Mia? Apakah semuanya telah terlambat ketika Alex memutuskan untuk berhenti menyangkal perasaannya?? Apa rahasia besar yang disembunyikan Mia? Penasaran?? Baca sendiri yaah... :p
Novel ini cukup menarik kalo menurut gw, meskipun dari segi alur cerita kurang greget, tapi dari novel ini gue jadi tau beberapa lagu instrumental yang lumayan enak didenger. Tapi kalo gue boleh ngebandingin sama buku tetraloginya yang dulu, gue ngerasa sedikit kecewa. Nggak sesuai sama ekspektasi gue. Kalo tetralogi 4 musimnya dia itu meskipun ceritanya masih berkutat di masalah percintaan yang ceritanya bisa ketebak, tapi konfliknya lebih ngena. Apalagi yang di Winter in Tokyo, paling romantis deh.. banyak kalimat indah yang bikin gue merinding pas bacanya. (kenape malah ngomongin novel lain ini?? -__-") Yah gitulah pokoknya..
Okeey... jadi kesimpulannya, buat yang penasaran sama novel ini, buruan cari Sunshine Becomes You nya Ilana Tan di toko-toko buku terdekat :) Tapi kalo yang nggak penasaran2 banget, pinjem aja sama temen yang udah beli :p
Kalo baca judulnya pasti bakal mikir, "ni anak mau dikutuk sama penyihir darimana??"
Engga, ga ada hubungannya sama penyihir. Tapi gue pengen nangiis :'(
Gue bingung. Gatau musti gimana. Pengen bilang ini semua nggak adil, tapi apanya yang ga adil?? Semua ini kan tergantung sama diri gue sendiri....
Oke, biar ngga bingung, ini cuplikan kisah wortel, telor, dan kopi (gue ambil dari blog orang)~

Seorang gadis mengadu pada ibunya, berkeluh kesah tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu dan merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah teratasi, akan timbul masalah baru.
Ibunya mengajak putrinya menuju dapur. Diisinya 3 buah panci dengan air dan direbusnya air itu dengan api yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua, dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu sampai ketiga air di panci kembali mendidih.
Dalam 20 menit kompor-kompor dimatikan oleh sang ibu. Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring. Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam piring dan gelas berbeda. Sang ibu memandang putrinya sambil berkata :” Katakan apa yang kamu lihat.” Putrinya menjawab : “ Wortel, telur dan kopi.”
Ibunya meminta putrinya agar mendekat dan merasakan wortel itu. “ Wortel itu menjadi lembek.” Ibunya kemudian meminta putrinya untuk memecahkan telur yang telah matang itu. Setelah mengupas kulitnya, dia sadar bahwa isi telur itu telah mengeras karena direbus. Akhirnya sang ibu meminta putrinya untuk meminum kopi yang telah matang. Putrinya tersenyum merasakan keharuman kopinya. “Apa arti semua ini, ibu ?” tanya putrinya. Ibunya menjelaskan bahwa setiap benda-benda itu telah melewati “Kemalangan” yang sama, yaitu direbus di dalam air mendidih. Namun tiap benda punya reaksi berbeda.
Wortel itu sebelumnya kuat, keras dan “tidak berperasaan.” Namun setelah direbus dia menjadi lunak dan lemah. Telur itu sebelumnya rentan, mudah pecah. Punya dinding tipis untuk melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah direbus, cairan di dalamnya menjadi keras. Sedang butiran kopi adalah fenomena unik, ia menjadi air setelah direbus.
“Termasuk yang mana kamu, anakku ?” kata ibu pada putrinya. ” Jika kemalangan mengetuk pintumu, bagaimana kamu meresponnya ? Apakah kamu seperti wortel, sebutir telur atau biji kopi ?”
Camkan Hal ini :
Termasuk yang mana aku ini ? Apakah seperti wortel yang terlihat keras namun ketika dihadang masalah dan kemalangan aku menjadi lemah dan kehilangan kekuatanku ?
Apakah hatiku rentan seperti isi telur, namun ketika “di didihkan” oleh kematian, perpisahan, masalah keuangan atau ujian-ujian lainnya menjadikan hatiku kuat ? Apakah dinding luarku masih terlihat sama namun kini didalam aku menjadi seorang yang gigih dan berjiwa keras ?
Atau aku mirip dengan biji kopi ? Biji kopi sebenarnya mengubah air panas disekitarnya, yaitu keadaan yang membawanya dalam kepedihan. Ketika air mulai mendidih, maka dia mengeluarkan aroma dan rasa kopi yang nikmat.
Bila keadaan menjadi kian memburuk, mampukah kalian mengubah situasi di sekitar menjadi suatu kebaikan ? Ketika hari kian gelap dan ujian semakin meningkat, apakah kalian mengangkat diri sendiri ke tingkatan yang lain? Bagaimana kalian menangani masalah-masalah hidup yang datang silih berganti ? Apakah kalian mirip sebuah wortel, sebutir telur atau biji kopi ?
Semoga kalian mempunyai cukup bekal kebahagiaan untuk membuat hidup terasa indah. Cukup ujian agar membuat kalian kuat, cukup kesusahan agar kalian lebih manusiawi, dan cukup harapan untuk membuat kalian mampu bertahan hidup.
Gue nggak mau jadi worteell.... tapi apa? Gue musti ngapain biar ga jadi wortel?? Hal kayak gini ngga bisa diubah hanya dalam waktu semalam, dan kata-kata "simsalabim" jin-nya aladin ga segampang itu bisa ngerubah gue. . . Gue sendiri yang harus ada NIAT buat ngerubah, dan cuma diri gue sendiri yang BISA ngerubah. ..
Semangat dari orang-orang, nasehat dari orangtua, dorongan, paksaan, atau apapun dari orang disekitar, bahkan kekuatan doraemon ataupun teletubies nggak akan membantu. Tapi gue musti gimanaaa???? Someone help!!!
*bingung kan gue nyeritain apaan?? Well, untuk saat ini cuma gue, diri gue yang lain, sama Allah yang tau*
Lagi iseng, ga ada kerjaan, pusing ngubek-ubek laporan magang yang gak kelar2 *bab 1 gue abis dicoret-coret sama pembimbing :'( * Buat me-refresh otak, gue baca ulang -entah yang keberapa kali- bukunya Raditya Dika, yg Marmut Merah Jambu. Dan yang ada gue malah galau. Please gis... jebal!! Dan gue nemuin beberapa quote yang lumayan bikin . ..mmm.....
Ngga penting juga sih sebenernya nulis kutipan dari manusia(?) aneh semacam itu, tapi yasudahlah...
Here it goes~
"Seperti dua kapal yang berpapasan sewaktu badai, kita saling bersilang jalan satu sama lain; tapi kita tidak membuat sinyal, kita tidak mengucap sepatah kata pun, kita tidak punya apapun untuk dikatakan."
~Oscar Wilde~
"Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh."
"Apa yang salah dari orang yang terlalu dalam menyayangi orang lain?"
"Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love"
~Charlie Brown~
"Cerita mengenai bagaimana sepasang kekasih bertemu selalu menjadi hal menarik untuk didengarkan. Bagaimana semesta berkonspirasi hingga dua orang bisa actually ketemu memang mendekati keajaiban."
"Cinta mungkin buta, tapi kadang, untuk bisa melihatnya dengan lebih jelas, kita hanya butuh kacamata yang pas."
"Kalau mimpi kita ketinggian,terkadang kita perlu dibangunkan oleh orang lain"
Love is.. . I don't know, what is love. Love is something that you can't describe in words, you just feel it.