Showing posts with label Buku. Show all posts

[Review] Rumah Cokelat - Sitta Kirana~

Ceritanya abis baca buku yang bikin galau, jadi saya mau bagi-bagi penyebab kegalauan saya ke orang-orang, biar saya nggak galau sendirian :)
Here we go~

Judul: Rumah Coklat
Pengarang: Sitta Karina
Penerbit: Buah Hati
Tebal Buku: 233 halaman

Jadi ibu muda bekerja di Jakarta tidak mudah!
Hannah Andhito adalah tipikal perempuan masa kini di kota besar; bekerja di perusahaan multinasional, mengikuti tren fashion dan gaya hidup terkini sambil berusaha menabung untuk keluarga kecilnya, sangat menyukai melukis dengan cat air (yang ternyata baru ia sadari ini adalah passion-nya!), memiliki suami yang tampan dan family-oriented, sahabat SMA yang masih in touch, serta si kecil Razsya yang usianya jalan 2 tahun.

Sempurna? Awalnya hannah merasa begitu sampai Razsya bergumam bahwa ia menyayangi pengasuh yang sehari-hari selalu bersamanya. Perjalanan Hannah menemukan makna menjadi seorang ibu yang sesungguhnya dimulai sejak momen itu.
Mungkin memang tidak mudah menjadi seorang ibu sekaligus wanita karir. Dua hal yang sama-sama menuntut waktu dan pikiran yang tercurah penuh didalamnya. I'm not married yet, but this book make me wonder, what should I do in the future? Do I have the courage to leave my office work and become a full-time wife and mother like what Hannah did? Or can I do both of them at the same time with the right amount of time for both of them without abandoning one side? Because I tend to screw up at one side whenever I try to multitasking. Does this thing even classified as multitasking?

Back to Hannah and her little family. Everything is going all so smoothly at first -or they thought so. It took a while for Hannah to finally realize that all of this happy peaceful family that she portrayed is nothing but just an illusion. It's all started when Hannah heard his little prince called his nanny's name in his sleep. What kind of Mom would not feel this jealousy when her own son prefer his Nanny over his own Mom? Dan sejak saat itu Hannah baru sadar bahwa di banyak kesempatan Razsya lebih menyukai Mbak nya dibanding ibunya sendiri. Dan hal semacam itu pasti membuat ibu di manapun di dunia merasakan sakit hati dan kekecewaan yang mendalam. Kecewa pada dirinya sendiri, kenapa dia tak pernah memiliki waktu dan perhatian yang cukup untuk putra semata wayangnya. Sampai-sampai si pangeran kecil lebih menyayangi pengasuhnya daripada dirinya. 
 
Di novel ini, kita akan menemukan banyak sekali permasalahan yang mungkin akan dihadapi oleh semua pasangan yang membina rumah tangga. Macem iye-iye jak kau ni Gis! Gimana galaunya ketika si anak kecil sakit, gimana nggak enaknya ngasih tau kalau pola asuh kedua orangtua kita "menurut kita" udah "engga sesuai" lagi buat diterapin sekarang, gimana galaunya ketika si Mbak tetiba mutusin buat pulang kampung dan kita belum nemuin Nanny pengganti. Dan hal-hal lain yang butuh untuk dicari jalan keluar secepatnya.

Gue sendiri untuk yang poin pola asuh anak mengalami, eh bukan, melihat sendiri kejadian nyata di sekitar gue. Bukan, ini bukan anak gue yang mau kita bahas, tapi keponakan2 tercinta gue. Kebetulan kakak tinggal dirumah, nemenin bapak ibuk. Jadi otomatis kegiatan asuh mengasuh si krucil2 ini ada ditangan bapak ibuk, terutama ibuk sih. Nah, kasih sayang, perlakuan, tujuan dan cara mendidik antara orangtua sama grandparents terhadap bocah2 menggemaskan ini pastinya beda dong ya? Kalo kakek nenek sayangnya lebih ke "memanjakan", sementara kalau orangtua meskipun mereka pastinya sayang sama anak2 mereka, mereka harus mendidik anak2nya supaya disiplin, bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, dan mereka punya rule yang udah ditetapin mengenai apa yang boleh dan nggak boleh dilakukan sama anaknya. Dari sini aja kita udah nemu kan ngga cocoknya dimana? Hal sepele macam makanan apa yang boleh dimakan atau engga aja, bisa jadi masalah lho. Yang kakak gue nggak ngebolehin anaknya macam eskrim atau coklat tapi ibuk sering sembunyi-sembunyi ngasih ponakan gue coklat lah, terus cara merayu si kakak biar mau sekolah, cara membujuk biar mereka mau beresin mainan, sungguh dangat berbeda. Jadi saran saya, kalau bisa dan memungkinkan, ketika sudah berkeluarga, alangkah lebih baiknya hidup terpisah dengan orangtua. Meskipun masih di komplek tempat tinggal yang sama it would be much more better kalau punya tempat tinggal sendiri. Karena itu rumah tangga kalian berdua, your family, your rule. Dan itu nggak akan bisa leluasa dilakukan kalau masih tinggal serumah dengan orangtua kalian. Ngono lho~

Malah banyakan racauan nggak jelas dari gue kan? Jadi, intinya buku ini bagus buat ngasih insight ke kalian yang hendak, akan atau sedang menjalani kehidupan rumah tangga, tentang apa yang akan kalian hadapi. Yah meskipun nggak semua rumah tangga akan mengalami masalah semacam ini sih. Tapi serius, buku ini bisa banget bikin orang mikir dan jadi galau. Kalau penasaran, baca sendiri aja yak. 

Sekian, dan terimakasih.

[Review] The 100 Year Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappear~

    Udah lama banget pengen bikin review. Cause I've read a lot of book lately. Tapi sayangnya sejak jadi magangers di salah satu kantor pemerintahan, I don't have that much free time anymore like I used to. Dan sepertinya setelah 2 minggu pun saya belum bisa menyesuaikan diri dengan perubahan jam kerja dan istirahat dan maen2 saya.

   And one of those book is "The 100 Years Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared". Judulnye panjang banget kan?? Iye, emang.

    Allan Karlsson hanya punya waktu satu jam sebelum pesta ulang tahunnya yang keseratus dimulai. Wali Kota akan hadir. Pers akan meliput. Seluruh penghuni Rumah Lansia juga ikut merayakannya. Namun ternyata, justru yang berulang-tahunlah yang tidak berniat datang ke pesta itu.
    Melompat lewat jendela kamarnya, Allan memutuskan untuk kabur. Dimulailah sebuah perjalanan luar biasa yang penuh dengan kegilaan. Siapa sangka, petualangannya itu menjadi pintu yang mengungkap kehdupan Allan sebelumnya. Sebuah kehidupan dimana-tanpa terduga- Allan memainkan peran kunci dibalik berbagai peristiwa penting pada abad kedua puluh. Membantu mencipakan bom atom, berteman dengan Presiden Amerika dan tiran Rusia, bahkan membua pemimpin komunis Tiongkok berutang budi padanya! Siapa sih Allan sebenarnya?

     Tergiur beli buku ini gegara ada tulisan international best seller di display nya. Tapi setelah benar2 saya beli, I think this book is not the most interesting book I've ever read. Lucu? Mmm... entahlah. Yang jelas seperti buku2 terjemahan lainnya, butuh banget konsentrasi buat bisa ngerti jalan ceritanya. 

     Buku ini bercerita tentang seorang pria tua a.k.a kakek2 berumur hampir 100 tahun, Allan Karlsson yang akan merayakan dirayakan ulang tahunnya, tapi sayangnya dia justru lebih memilih untuk kabur. Lalu apa yang bisa dilakukan kakek berusia seabad ini di dalam perjalanan melarikan dirinya? You'll be surprised, seriously. Karena kita tidak akan pernah menyangka bahwa seorang dengan usia setua itu akan mampu melakukan hal2 luar biasa di luar nalar kita.

     Diceritakan dengan alur berseling antara "apa yang Allan lakukan di masa lalu" dengan "apa yang terjadi sekarang" membuat pembaca penasaran dan bertanya-tanya who in the world is this old man?? atau tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya?

    Siapa yang menyangka bahwa kakek tua yang tinggal di rumah lansia ini dulunya adalah orang yang entah disengaja ataupun tak sengaja menjadi kunci terjadinya beberapa peristiwa besar pada masa perang dunia dulu. Hmmm penasaran? Baca sendiri :)

   Oh iya, di buku ini juga pada beberapa bagian yang membahas tentang negara kita tercinta, Indonesia. Karena di cerita ini Allan dan beberapa temannya akhirnya tinggal dan menetap di Pulau Bali, our very Paradise Island. But the sad thing is, di buku ini negara kita dianggap sebagai negara yang sangat korup. Siapa pun, maksudku benar2, SIAPA PUN, bahkan seorang penjahat bisa tinggal dengan bahagia, aman tanpa takut gangguan apapun di negara kita ini asal punya uang yang banyak. Karena APAPUN bisa dibeli disini. Sad but true. Right?

[Review] Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin - Tere Liye~


Judul : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 264 halaman

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.
Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekalipun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.
Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan. Bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.
Sekarang ketika aku tahu dia boleh jadi tak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.
Tania tak pernah berencana untuk jatuh cinta dengan malaikat penolongnya. Dia tak pernah membayangkan akan memiliki kehidupan yang baik, dia bahkan tak pernah bermimpi bahwa suatu saat dia akan mampu menginjakkan kakinya bahkan bersekolah di Singapura, tapi semuanya berubah sejak pertemuannya dengan malaikat itu. Oom Danar, itulah panggilan yang dia dan adiknya berikan dulu, saat pertama kali mereka bertemu. Saat dirinya hanyalah gadis kecil berkepang dua, yang kakinya tertusuk paku payung saat mengamen di atas bus tanpa alas kaki. Seseorang itu telah sempurna mengubah hidupnya.

Lalu apakah salah ketika perlahan-lahan seiring berjalannya waktu mulai muncul perasaan aneh di dalam hatinya? Dari timbulnya perasaan senang saat Danar memujinya sebagai gadis yang cerdas, munculnya perasaan cemburu saat Kak Ratna -pacar Oom Danar- tiba-tiba mengambil alih posisinya, perasaan rindu saat dia harus melanjutkan studinya di Singapura. Bukankah wajar bagi seseorang untuk mengagumi orang yang telah berjasa banyak dalam hidupnya? Apalagi jika kau mendapati orang tersebut sebagai orang yang menyenangkan, memiliki senyum hangat yang menentramkan dan tatapan teduh yang penuh dengan kasih sayang. Apa salah bagi Tania untuk jatuh cinta kepada orang yang telah menemani, menguatkan, menghiburnya, disaat Ibunya tiba-tiba meninggalkan mereka tepat disaat mereka berpikir bahwa kehidupan mereka mulai membaik? Tania tak pernah meminta untuk dibuat jatuh cinta kepada malaikatnya. Hal itu terjadi begitu saja. Apakah salah baginya untuk mencintai seseorang?

Buncah melingkupi hati Tania saat Oom Danar nya memberikan liontin dengan inisial T dengan ukiran bunga linden sebagai kado ulang tahun ke-17 nya. Hal itu semakin memupuk harapan bahwa Oom Danar juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Tapi semua khayalan itu hancur berkeping-keping ketika tiba-tiba Kak Ratna mengumumkan rencana pernikahannya dengan sang malaikat.

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Itu yang pernah diucapkan Danar dulu. Tapi ungkapan itu pula lah yang membuatnya merasa sangat sedih ketika akhirnya dia memahami makna dari kalimat tersebut. Dia ingin mengakui perasaannya kepada malaikat penolongnya. Tapi disaat bersamaan, dia tak mau menghancurkan kehidupan orang baik itu. Dia hanya bisa mencoba berdamai dengan dirinya sendiri. Meskipun hal itu sedikit banyak merubah dirinya, merubah sifat dan tabiatnya. Mengubahnya menjadi Tania yang tidak menyenangkan.

Lalu, apa yang harus dirasakan Tania ketika satu persatu potongan teka-teki itu terkuak? Apa yang harus dilakukannya saat dia akhirnya mengetahui rahasia besar yang telah lama disimpan malaikat penolongnya? Rahasia yang keberadaannya telah banyak menyakiti orang-orang yang terlibat di dalamnya? Apa yang harus dilakukannya terhadap sang malaikatnya?

===========================================
Oke, cukup dengan serius-seriusannya. Mau cerita pengalaman pas baca buku ini. Boleh?
Sebenernya mau beli nih buku udah dari lama. Tapi sayangnya, setiap ke toko buku, selalu ada buku lain yang lebih menarik buat dibeli. Jadiii. . .yah gitu.

Gaya penulisannya. . kalo saya pribadi sih sebenernya emang lebih suka novel yang bahasanya kayak gini. Apalagi disini kita seperti diposisikan sebagai Tania yang sedang mem-flashback memori masa lalunya sama Oom malaikat. And, the present Tania tell us all those story only in an hour and 17 minutes. Hmmm. .. keren banget kan? Gue bisa banget ngebayangin toko buku yang diceritain disini. Feel-nya nyampe banget lah sama pembaca. Tapi entah kenapa, saya butuh waktu sebulan lebih buat nyelesein baca novel yang satu ini. Dan setelah kelar baca, saya baru sadar. Novel ini kan ceritanya sedih banget yak? Dan otak saya gak terlalu suka memproses segala sesuatu yang menyedihkan. Jadi, pas baca kemaren tiap baru baca dikit trus kira-kira lanjutannya sedih, udahan. Gak kuat broooh. Menata hati dulu, baru dilanjutin. Terlalu menguras emosi. Bikin review gini aja keriput di dahi saya udah nambah beberapa garis.
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.
Kalo kata Oom Danar sih gitu. Dan setelah saya pikir-pikir, kita hidup memang seperti selembar daun. Daun yang menempel pada sebatang ranting, atau cabang pohon. Ketika angin bertiup sekencang apapun, daun tidak akan jatuh ketika memang belum saatnya dia untuk jatuh. Namun ketika sang daun memang sudah seharusnya jatuh, bisikan lembut angin pun mampu membuatnya jatuh. Lalu, apa yang harus diperbuat daun? Tidak ada. Dia hanya bisa membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Gak mungkin kan daun pergi ke toko alat tulis, beli lem, merangkak ke atas pohon dan meminta dirinya untuk ditempel lagi di dahannya?

Sama seperti kita. Dalam hidup terkadang kita menemui takdir "kurang menyenangkan", yang memang tidak bisa kita ubah. Dan hal yang bisa kita lakukan hanyalah ikhlas dan menjalani apa yang memang sudah digariskan untuk kita. What can we do anyway? Bukan meminta kita untuk sepenuhnya pasrah sama apapun yang terjadi di hidup kita sih. Tapi, ketika kita sudah melakukan segala usaha yang kita bisa dan ternyata hasilnya tak berubah? Mau gimana lagi? Mau protes sama Allah? Enggak kan? Ikhlas. Meskipun terkadang susah..

Oh iya,buat yang belum tau penampakan pohon lindeh itu kayak apa, monggo dilihat...
Ini daunnya.

Ini pohonnya.
Udah tau kan??Jadiiii. . .that's all. Sekian.


[Review] Autumn Once More - Ilana Tan, Ika Natassa, Aliazalea, dkk~

Abis blogwalking, nemu review beberapa buku yang bikin gue tertarik buat beli. Dan Alhamdulillah, tepat disaat mau pulkam dan butuh banget buku buat dibaca dijalan, gue dapet rejeki. Meskipun, nggak sempet ke Gramed sebelum balik, gue cukup puas bisa beli dua buku yang MUNGKIN bakal gue review ini. Dan yang pertama adalah~


Judul: Autumn Once More
Pengarang : Ilana Tan, Ika Natassa, Aliazalea, dkk
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cinta <adj>: suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat
Ada bahagia dan kepedihan dalam cinta. Cinta yang terpendam menimbulkan resah, pengkhianatan pun tak lepas dari cinta, atau bahkan cinta berlebihan sehingga menyesakkan. Galau dan rindu pun dituturkan dalam ribuan kata di buku ini.
Novel bertema metropop ini merupakan hasil kerja keroyokan dari beberapa pengarang yang namanya mungkin udah kita kenal. Di dalam novel ini terdapat 13 cerita yang "lagi-lagi" bertema cinta, tapi tak melulu dilihat dari sisi berbunga-bunganya. Karena cinta memang tak selalu tentang rasa manis dan berdebar-debar yang dirasakan ketika dua hati tengah dimabuk asmara *puihh!!bahasague*. Disini terdapat 13 judul yang pas sekilas baca di daftar isi gak bakal langsung bisa ketebak gimana kira2 ceritanya. Nggak tau sih kalo orang lain yang baca. Hmm. . Okeeey here we go~

Judul pertama "Be Careful What You Wish For" bercerita tentang tokoh "Aku" yang naksir diam2 seorang teman satu kantornya, Gonta. Penasaran setengah mati pas kita mulai sadar akan kehadirannya, bete tanpa sebab kalau nggak ketemu seharian, atau senyum-senyum sendiri khas orang gila pas kita tahu bahwa ternyata dia juga memperhatikan kita. AliaZalea definitelly could bring those feeling into words dalam cerita ini. Dan tentu saja hal ini cuma bisa bikin gue mesem2 gak jelas, memutar kembali ingatan gue tentang masa2 menggelikan semacam itu.

"Thirty Something" adalah cerita karya Anastasia Aemilia. Meskipun mengusung tema sahabat-jadi-cinta, sebuah tema yang sudah banyak sekali digarap oleh banyak penulis, namun gaya bahasa dan cara penyampaian masalah yang dialami sang tokoh utama membuat cerita ini cukup asik untuk dibaca. Dilematis. "being thirty-something and single is not that easy". Dan tentu saja, membuatmu berpikir, apa yang akan kau lakukan jika kau menjadi tokoh Rachel dalam cerita ini?

Cerita ketiga, "Stuck with You" by Christina Juzwar. Kalau gue pribadi sih pas awal baca cerita yang ini langsung mikir, "FTV banget nih ". Daaan, yah emang kayak gitu. Terlalu banyak kebetulan. Meskipun gue gak terlalu keberatan sama cerita yang kayak gini, tapi tetep aja kurang bikin penasaran. Udah ketebak banget endingnya bakal kayak gimana.

Berbeda dengan ketiga cerita sebelumnya,  di cerita "Jack Daniel's vs Orange Juice" tokoh utamanya adalah seorang cowok. Disini Hariska Adiati, sang penulis, menceritakan tokoh "Gue" sebagai seorang cowok  bandel yang mendadak berubah. Si "Gue" rela merubah perilakunya menjadi sedikit lebih "baik-baik" demi mendekati anak Pak Haji tetangganya. Tapi, apa mau dikata. Ternyata gak cuma cowok yang pengennya jatuh cinta sama cewek baik-baik. Cewek juga menginginkan cowok baik-baik buat jadi suaminya.

Hetih Rusli membuat pembaca bertanya-tanya, menebak, dan berpikir sepanjang membaca cerita yang berjudul "Tak Ada yang Mencintaimu Seperti Aku". Cinta yang berlebihan? Obsesi? Stalker? Psycho? Sakit hati? Cemburu? Pembunuhan? Entahlah, hal-hal semacam itu. Memang tidak dinyatakan secara eksplisit dalam cerita, tapi gue yakin hal2 diataslah yang akan muncul dalam benak pembaca saat menikmati kisah yang satu ini.

Next is "Critical Eleven" by Ika Natassa. Dari tiga belas cerita yang ada di novel ini, critical eleven is my favorite. Alur ceritanya nyantai banget. Tapii pas gue mau nulis sinopsisnya, gue nggak bisa. Entah kenapa. Maafkan saya :'(

Selanjutnya, cerita yang menjadi alasan kenapa gue beli buku ini. Yupp!! "Autumn Once More" (side story dari Autumn in Paris) yang sekaligus dijadikan judul buat novel kumpulan cerpen ini. Disini, Ilana Tan membawa kita kembali ke masa "lucu-lucuannya" Tara Dupont dan Tatsuya Fujisawa. Jauuuh sebelum kebenaran yang menyakitkan itu tekuak. Sebelum mereka tahu bahwa mereka tidak boleh memiliki perasaan menyenangkan itu. Dan tentu saja sama seperti main story-nya, Ilana Tan selalu bisa membawa pembaca ikut merasakan apa yang sedang dirasakan karakter dalam kisahnya.

Lalu, ada "Her Footprints on His Heart" by Lea Agustina Citra, menceritakan kisah sepasang kekasih yang hubungannya tengah goyah. Apalagi kalau bukan gara-gara kecemburuan gak beralasan si cewek. Sebenernya lucu sih kalo liat profesi si cewek yang desainer weeding dress dan cowok yang seorang dokter. Gue gak banyak nemu cerita, novel, atau apapun itu yang membawa kedua profesi ini sebagai latar belakang tokoh utama dalam ceritanya. Sayangnya, profesi mereka malah gak ada sangkut pautnya sama akar permasalahan yang dialami tokoh. Selain itu, alur ceritanya gak selow banget dan terlalu terburu-buru. Jadii, ya gitu deh..

"Love is a Verb" yah emang bener, "Cinta" memang hanyalah  sebuah kata yang terdiri dari lima huruf. Meilia Kusumadewi melalui cerita ini mampu menyadarkan kita, bahwa cinta tak harus diungkapkan dengan kata-kata, tak harus diumbar, dipamerkan, dan diketahui seluruh dunia. Perbuatan bisa lebih mewakili seribu kata-kata. Because more than words. Is all you have to do to make it real. Then you wouldn't have to say, that you love me. Cause I'd already know... -Extreme-

Selanjutnya ada cerita kocak dari Nina Addison. Dengan menggunakan point of view dari ke-empat tokoh dalam cerpen ini, "Perkara Bulu Mata" menjadi cerita yang asyik untuk dibaca. Dibawakan dengan bahasa ringan dan kita banget, khas cerita metropop, this story would bring you smile. Aneh tapi mungkin beneran ada.

Nina Andiana tak membawa masalah cinta sepasang manusia. "The Unexpected Surprise" justru mengingatkan kita bahwa cinta yang kita miliki tak melulu hanya untuk orang lain. Kita masih punya Ibu,  Mama, atau sebutan lain untuk orang yang telah membawa kita ke dunia. Yang terkadang justru kita perlakukan dengan tidak adil. Seiring dengan tumbuh dan dewasanya kita, seringkali kita merasa lebih "pintar", lebih dewasa, sok tahu, dan lebih baiik daripada orangtua kita. Tapi satu hal yang harus selalu kita ingat, orang tua kita selalu menganggap kita ini anak kecilnya yang manis.

"Senja yang Sempurna" adalah cerita karya Rosi L. Simamora. Dengan gaya bahasa yang agak berat, gue butuh sedikit konsentrasi buat baca. Cerita yang sad ending ini mungkin mengajari kita, bahwa kita gak boleh menyia-nyiakan apa yang telah kita miliki. Because maybe, you'll regret it when you realize that you already lost the one you really love~

Daaann sebagai cerita pamungkas adalah "Cinta 2 x 24" Jam by Shandy Tan. Kalau buat yang satu ini, serius. Pas awal baca mah biasa aja, ditengah-tengah gue musti bolak-balik lagi ke halaman depan buat mastiin sesuatu, tapi gak dapet. Dan pas abis baca, gue cuma bisa bilang "Hah?? Kok gitu...", diikuti "Ooh..Oke" dan dibarengi perasaan ngganjel yang nggak ilang-ilang.

Secara keseluruhan novel ini recommended banget. Ceritanya lucu-lucu. Ditambah sama desain cover yang lucu juga, bikin gue laper*ganyambung*. Alhamdulillah.. akhirnya seleseee. .Baru ini bikin review njelimet yang panjangnya segantar gini. Good job!!