Showing posts with label Film. Show all posts

Sunshine Becomes You [The Movie]~

     Lagi browsing, surfing, ngapa-ngapain lah di internet, trus tiba-tiba "ga sengaja" liat poster film nya "Sunshine Becomes You" tiba-tiba saya kesel dan ujug2 senewen sendiri. Sebenernya udah sempet liat poster ini dari beberapa waktu yang lalu sih, tapi berhubung waktu itu kondisi saya sedang tidak memungkinkan buat numpahin uneg-uneg saya, jadilah sekarang perasaan kecewa itu baru bisa terluapkan.

Ahsudahlah...

Untung novel saya covernya masih yang versi cantik gini :)

     Satu kalimat buat film ini (meskipun belum tayang dan saya belum nonton). They've done a great job for shattering all those image I've build inside my brain about Mia Clark and Alex Hirano. Huaaaa, apa banget deh??? Emang gak ada cast yang lebih tepat apa? Bukannya mau bilang kalo nama-nama tersebut di poster sebagai artis yang kurang kompeten. They're great, and I admit it. Siapa coba yang berani bilang kalo Bang Junot gak berbakat? Banyak banget film dia yang sukses. Dari jamannya dia maen sinetron Disini Ada Setan, Realita, Cinta dan Rock'n Roll,  sampe 5cm, film mana coba  yang nggak laku di pasaran? Teu aya kan? Bicara masalah kemampuan akting? Nggak perlu dipertanyakan lagi, doi jago banget disuruh memerankan berbagai macam karakter. Dari berandalan, anak SMA dari keluarga broken home, sampai pujangga tengil yang bahasanya tingkat dewa pun dia bisa.

     Next, Nabillah, si cantik yang mampu menaklukan hati jutaan cowok dengan senyumnya. Cowok mana coba yang nggak ngefans sama dia? Salah satu pentolan JKT48 ini emang terkenal memiliki banyak talenta, dari nyanyi, dance, modelling, dan yang paling penting, bakat cantik. Meskipun mungkin film ini merupakan debutnya dalam dunia akting, tapi penampilannya pasti sangat ditunggu-tunggu.

     Boy William. Mas-mas yang satu ini juga sangat berbakat, meskipun tergolong baru di dunia perfilm-an, tapi bisa banget dipastikan kalau dia berbakat. Cakep (meskipun agak songong), jago nyanyi, sering banget jadi host di acara-acara besar, dan kemampuan bermusiknya yang lumayan oke nggak perlu diragukan lagi.

    Tapi tapi tapi...... Gue nggak rela banget kalo mereka meranin tokoh-tokoh dalam Sunshine Becomes You, nggak boleeeee T-T. Nggak ada orang lain yang lebih pas apa yaaa?? Alex Hirano keturunan Jepang-Amerika kan yaa?? Emang Bang Junot ada tampang-tampang orang sono nya gitu?? Terus, karakternya Alex Hirano kan model-model orang serius, moody, yang dingin banget gitu yak (meskipun nanti agak-agak kebelakang jadi so sweet juga sih), gue nggak bisa banget ngebayangin seorang Herjunot Ali berperan sebagai seorang pianis yang jarang (atau bahkan tidak pernah) tersenyum, sementara image dia di otak gue selama ini adalah seorang cowok petakilan yang tingkahnya semaunya sendiri. Pleasee abaaang.... ngundurin diri aja yaah... carikan pengganti yang lebih baik...

     Lanjut ke Mia Clark. Memang di novelnya sendiri nggak disebutkan kebangsaan Mia itu sebenernya apa. Yang jelas, iya, dia keturunan asia, karena meskipun tinggal di Amerika, dia adalah seorang anak hasil adopsi. Mari kita cocokkan dengan karakternya dengan Nabillah JKT48. Wajah Asia, check.  Rambut hitam legam, check. Tapi entah kenapa menurutku kurang pas ajaa gitu, wajahnya Nabila tuh kurang dewasa kalo menurutku buat meranin Mia (Please yaa jangan ada Nikita Willy ke-2 di dunia perfilman kita T-T) Kasian banget looh, dedek satu ini kan masih kecil... masa iya sih disuruh meranin Mia Clark yang kalo dari sisi usia udah termasuk dewasa?? Jadi kesannya ceritanya kok malah kayak om-om + adeknya om-om jatuh cinta sama seorang anak SMP -_-" (pardon my bluntness, I just want to emphasis the fact that Nabila is a way too babyfaced to play the part of Mia Clark). Sedih banget liat anak kecil yang dipaksa dewasa terlalu cepat :'(

     Kalau si Mas Boy sih yah lumayan lah ya, adeknya alex hirano kan kelakuannya emang masih kayak bocah gitu. Jadi masih bisa ditolerir lah kalau diperanin sama Mas Boy yang agak songong ngebetein gitu.

Jadi kesimpulannya.... Jangan paksa saya untuk menonton film yang saya bahas diatas. Rasanya tuh nggak sampai hati, penasaran sama akting mereka pun engga loh... Bahkan beberapa saat yang lalu, pas saya kebetulan ada kesempatan buat nengok toko buku dan liat kalau cover novelnya udah ada yang versi poster film, saya sangat bersyukur dalam hati... alhamdulillah, gue belinya udah dari dulu... Coba kalau engga.. Mungkin saya nggak akan tertarik buat baca apalagi beli novel ini. I just wanna keep those images about them inside my head without any influence of the movie version itself. Thankyou~



*Tulisan ini sudah dibuat beberapa bulan lalu, dan baru sempat diposting si pemilik blog ini sekarang, jadi... Dengan berbesar hati, maapkeun lah si pemilik blog yang malas ini*

[Review] Movie: Usagi Drop (2011) ~

Usagi Drop
Satu lagi film jepang yang recommended buat ditonton!
Satu kata buat film ini: Maniiiiiisss banget!!
Ceritanya manis, dedek Mana Ashidanya maniiis, Kenichi Matsuyamanya juga manis ;)

        Usagi Drop (Bunny Drop) merupakan sebuah film yang diadaptasi dari manga dengan judul yang sama. Bercerita tentang kehidupan seorang gadis kecil, Rin Kaga (Mana Ashida), 6 tahun, dan Daikichi Kawachi (Kenichi Matsuyama). Pertemuan pertama mereka terjadi saat hari pemakaman kakek Daikichi, yang juga merupakan ayah kandung Rin. Dikisahkan disini, Rin adalah anak tidak sah dari kakeknya Daikichi. Masalah muncul ketika sepeninggal ayahnya, tak ada seorang pun dalam keluarga besar Kawachi yang mau merawat Rin. Melihat Rin yang kesepian dan sangat kehilangan ojii-san nya, hati kecil Daikichi terketuk. Dan tanpa pikir panjang, dia mengajak Rin kecil untuk tinggal bersamanya.

      Dirinya baru benar2 sadar akibat dari tindakan gegabahnya keesokan harinya, bahwa merawat anak kecil membutuhkan tanggung jawab yang besar. Mengingat dirinya yang masih muda, belum menikah dan belum pernah merawat anak kecil sebelumnya, tentunya dia harus melakukan banyak sekali penyesuaian. Dan dimulailah kehidupan "baru" mereka. Rin yang pendiam harus mulai membuka diri kepada Daikichi, dan Daikichi harus "menata" ulang ritme hidupnya. 

     Kemudian adegan selanjutnya diisi dengan usaha mereka berdua untuk bisa saling mengerti. Kita bisa melihat pengorbanan Daikichi untuk bisa tetap merawat Rin, dan kebingungan2 yang harus mereka hadapi. Mulai dari bingung cari sekolah untuk Rin, bingung membagi waktu antara Rin dengan pekerjaannya, bingung bagaimana cara merawat anak kecil yang sedang sakit, dan hal2 lain yang bikin kita senyum2 sendiri liatnya. Daikichi tuh keliatan sayaaang banget sama Rin.
    Jadi, bagaimanakah kelanjutan kisah mereka berdua? Siapa dan dimana ibu kandung Rin yang sebenarnya? Apa ibu kandungnya sama sekali tidak peduli dengan keberadaan Rin? Apakah Dakichi harus merawat Rin untuk selama-lama-lama-lamanya? Apakah ketakutan Daikichi bahwa dia tidak akan bisa mendapat pacar karena dia telah memiliki seorang anak terbukti? Cari tau sendiri, cause I’m not gonna tell you!!

     Yang jelas menurut saya film ini ringan banget, kita engga perlu mikir selama nonton, cocok banget buat ditonton sambil nyantai. Karena, ya itu, ceritanya memang tentang kehidupan sehari-hari mereka aja, mengalir, dan sangat sangat manis. Ada sih satu dua kejadian yang bikin panik, tapi saya yakin they could overcome that problem. Super duper manis pokokna mah. (udah berapa kali saya ngomong manis coba??) Oh iya, ada kesimpulan terakhir dari Daikichi yang kalo dipikir-pikir ada benernya juga. Ini~

At some point we all grow and fall in love. Get married, give birth, and become parents. And kids in their turn become parents from this angle. As far as I can see, the world is all fathers and mothers. Isn't it like big waves of love?

      Maniss kaan?? Saya aja dibikin senyum terus loh selama hampir dua jam nonton (kecuali pas Kouki sama Rin nangis bareng di makam). Kenapa?? Karena for the very first time saya bisa melihat Oom Kenichi Matsuyama keliatan "normal". Beberapa kali nonton filmnya Kenichi, perannya dia gapernah ada yang normal. Di Death Note, tau sendiri kan gimana kelakuannya L. Di DMC apalagi, tidak tertolong. Trus di Gantz... yah lumayan sih, tapi karakternya dia agak kacau gitu. Terus di film dia yang terakhir saya tonton, Zeni Geba, dia jadi seorang psikopat yang gila duit. Hmmm... Jadi, tetiba liat dia berperan sebagai cowok normal yang punya kehidupan yang biasa aja, sweet, baik, lembut, dan sayang sama anak kecil kayak gini tuh sesuatu banget.

Ini reviewnya filmnya yang sebelah mana yak ngomong2? Malah jadi ngebahas Kenichi Matsuyama kan gis -____-
Hontou ni gomennasai minna-san!!