Showing posts with label Lost in Thought. Show all posts

Tentang Jatuh Cinta~

Postingan ini udah lamaaa banget teronggok dengan tidak anggunnya di tumpukan draft blog yang mulai membusuk ini. Jadi, mumpung Gista ada kemauan buat nulis, kita rapikan dan post aja beberapa draft yang sebenernya nggak terlalu penting tapi sayang kalo nggak di post ini. So, here we go~

Pernah gak jatuh cinta? Pernah kan? Pasti pernah. Gue juga pernah. Iya, pernah, gista juga manusia kok, sama kayak kalian. Tapi bukan itu yang mau gue bahas sekarang. Engga, Gista engga lagi jatuh cinta sama seseorang. Tapi yang mau dibahas disini adalah tentang rasa cinta itu sendiri.

Kegalauan gue berawal ketika beberapa waktu yang lalu gue ketemu sama seseorang. Orang yang sempat gue klaim sebagai cinta pertama, orang yang di-penasaran-in Gista sampai beberapa tahun yang lalu. Jadi, ceritanya kita ketemu pas SMA, tapi pas kuliah kita lost contact sampai udah lulus dan kerja, baru beberapa hari yang lalu gak sengaja ketemu. Dia gak tau kalo gue pernah suka sama dia (yes, I'm a pro at hiding my feeling :), jadi yagitu... Gue penasaran selama beberapa lama, bingung ngartiin sikap dia ke gue, and so on, hal hal stupid macam itu lah pokoknya. Sampai beberapa waktu yang lalu (sebelum gue akhirnya ketemu ma dia) gue masih berharap kalau kita bakal bisa ketemu lagi. Entah apa yang bakal gue lakuin kalo kita bisa ketemu lagi. Di bayangan gue, mungkin gue bakal masih salting-salting, deg-degan and fall head over heels all over again sama dia. Tapi ternyata engga. Flat. Gue engga ngerasain apapun. Bahkan bisa-bisanya gue nggak ngenalin dia, kalau bukan karena temen SMA gue ngingetin dia, serius gue nggak bakal sadar kalau itu dia. Dan hal itu bikin gue ling-lung. Rasanya aneh banget tau gak sih. Kalo pas ketemu ternyata biasa aja gini, trus perasaan gue yang kemaren-kemaren itu apa?? Is it all illusion?

Trus gue ngerasa bodoh banget. Buang-buang waktu sama perasaan tau nggak Gis? Tapi dari sini gue dapet satu kesimpulan yang bener-bener menampar, dan bisa banget jadi pengingat buat diri gue kalo...

Yang namanya cinta itu nggak kekal. Cinta itu perasaan, dan perasaan munculnya dari hati. Hati itu sifatnya sangat tidak tetap, mudah terbolak-balikan atau dibolak-balikan. Begitu juga dengan perasaan cinta. It have ups and downs. And it's definitely could disappear in a blink of eye. Apalagi kalo cintanya cuma gegara sesuatu yang sifatnya duniawi banget kan? Love could change into something beautiful or unpretty. Tergantung kita nyikapinya gimana. Cinta kepada makhluk itu nggak akan kekal. Kalau alasan kita mencintai makhluk tersebut hilang, yaudah, mungkin akan hilang juga rasa cinta kita ke dia.

Tempatkan cintamu pada sesuatu yang tepat.Yang sedang diupayakan Gista saat ini adalah mencintai diri sendiri. No, gue nggak narsis. Gue harus bisa mencintai diri sendiri kan buat bertahan hidup? Sambil belajar keras buat mencintai Sang Maha Cinta. Nggak tau diri banget kan? Udah nerima cinta-Nya setiap detik tapi suka nggak sadar. Pura-pura nggak tau. Disuruh taat aja susah banget. Masih suka tergoda ngelakuin hal-hal yang nggak disukai-Nya. Meskipun Dia nggak butuh cinta dari kita, tapi kita butuh banget kan cinta dari Nya? Kita masih bisa nafas, menggerakan anggota badan, mendengar suara angin, mengecap manisnya rasa permen, dan beraktivitas dengan normal juga karena cinta dan kasih-Nya kan?

Yukk semangat lagi belajarnya, perbaiki niat dan tujuan. Perjalananmu masih jauh nak.


PS: tulisan ini udah lebih dari 3 tahun kayaknya nyempil di draft tanpa tersentuh. Maafkan si pemalas ini.

Welcome to Sintang~

Halooow akhirnya gue bikin postingan baru di tempat yang baru... hahaha...Akhirnya gue mengalami hal yang pasti, sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Akhirnya gue mutasi. Gimana perasaannya? Biasa aja sih, awalnya. Karena prediksi kita emang bentar lagi. Tapi gue gak nyangka bakal secepat ini. Bayangin aja, minggu sebelumnya gue baru aja nyariin kado buat adek2 junior gue yang perpisahan buat lanjutin study. Tetiba, kayak tuyul yang tiba-tiba muncul si SK itu menunjukkan wujudnya, jam 9 malam lagi, kan agak2 bikin merinding yak? Jadilah kita serumah pada nggak bisa tidur, dasar calon emak2, malah nggosip ngalor ngidul ngga rampung2. Bahkan sampai seminggu setelahnya gue masih menjalani kehidupan seperti biasa (emang harusnya gimana Gis?). Gue gak nangis (iya, gue selemah itu anaknya). Habisnya apa ya? Gue mau nangis kejer kayak apapun ngga bakal ngubah apa yang udah diputuskan. Iya kan? Dan gue yakin, Allah itu pembuat skenario terbaik, jadi gue yang cuma sebagai artis pendatang baru yang perannya mungkin cuma sebagai debu di jalanan ini ya manut-manut aja kan. Apa lagi coba yang mau diragukan kalau yang bikin skenario sekaligus sutradara, sekaligus produsernya yang adalah Dia yang Maha atas segalanya?? Gue cuma minta biar bisa diberi kekuatan untuk ikhlas menerima apapun ketetapan yang udah ditetapkan buat gue. Gista cuma minta itu Ya Allah...

Setelah beberapa lama disini, setelah beberapa waktu lalu sempet sok2an pundung sama Allah, sok2an protes, kenapa gini, kenapa gitu, akhirnya gue sadar, mungkin dengan pindahnya gue kesini juga merupakan jawaban Allah atas salah satu doa yang gue panjatkan. Masya Allah... betapa indah cara Allah menjawab doa hamba-Nya. Dan mungkin pilihan Allah ini lah yang terbaik buat gue, untuk saat ini. Yang harus gue lakukan cuma bersabar, ikhlas, dan senantiasa berprasangka baik atas ketetapan Allah, iya kan?

Oke.. seperti biasa, kita ngobrol dulu masalah tempat baru kita ini. Sintang itu dimana sih?? Wkwkwkk, tiap ada temen gue yang nanya, Gis sekarang dimana? Trus gue jawab di Sintang, pasti mereka bakal nanya, "Sintang itu dimana sih Gis?". Always. Kalau gue nggak kerja disini pun, gue pasti gabakal tau Sintang itu di belahan bumi bagian mana. Baiklah, karena gue baik, gue jawab yak. Sintang itu masih di wilayah provinsi Kalimantan Barat. Jaraknya kurang lebih 310 km dari Pontianak, bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat (iya, di Sintang ada bandara kok, tenang aja), yang memakan waktu 35 menit. Atau lewat jalur darat dengan waktu tempuh 6-8 jam, tergantung bus nya mogok apa kagak. Meskipun lumayan jauh jaraknya, tapi kondisi jalan dari Pontianak ke Sintang udah bagus lho, alhamdulillah. Karena menurut senior yang udah lama penempatan disini, beberapa tahun yang lalu, jalanannya masih belum sebagus sekarang. Jadi bersyukur ya Gis, kamu penempatan Sintang nya sekarang...

Next, kalo suasana kotanya sendiri, menurut gue sih kurang lebih lah sama di Blora. Yah, jadi nggak shock2 banget lah gue. Dari desa kembali ke desa, istilahnya pindah ke desa di pulau sebelah gitu lah. Yang bikin agak sedih, disini gak ada tempat maen. Padahal kan gue anaknya gak bisa banget diem seharian dirumah kalo pas lagi libur. Jadi ya gitu, di minggu-minggu awal gue bingung, mau maen kemana? Tapi setelah dua bulanan gue disini, akhirnya gue bisa menerima kenyataan kalau gue gabisa maen kalo weekend. Dan ada bagusnya juga sih, gue jadi bisa nyicil ngabisin buku gue yang numpuk tak tersentuh.

Sebetulnya, ada satu tempat wisata yang bakal muncul kalau kalian mengetik "tempat wisata sintang"  di Google. Yupps, Bukit Kelam. Jadi, Bukit Kelam itu tuh batu segede gaban yang entah bagaimana ceritanya, bisa ada di tempat itu. Kalo kalian di Sintang dan melihat ada sebentuk bukit di kejauhan yang berwarna hitam, itulah Bukit Kelam. Dinamakan Bukit Kelam, mungkin karena warnanya emang abu-abu kehitaman, jadi kesannya kelam dan mengandung unsur mistis gitu (gue ngarang). Satu hal yang harus gue tekankan disini, meskipun namanya "bukit" dan emang segede bukit pada umumnya, tapi dia itu 100% batu yang ditumbuhi berbagai rupa tumbuhan. Gue sempet ngobrol sama bapak-bapak penduduk lokal yang jualan minuman diatas bukit, katanya Bukit Kelam itu merupakan bukit batu terbesar se-asia tenggara, atau asia gitu, gue lupa. Tapi satu hal yang bikin gue agak kecewa, tempatnya kurang terawat. Jadi di bawah kan ada semacam taman, ada tempat bermain buat anak-anak, ada kolam, and something that supposed to be air terjun, tapi kondisinya mengenaskan banget. Banyak sampah berserakan dimana-mana, fasilitasnya kayak kamar mandi, mushola, tempat mainnya gak terawat, dan air terjunnya bahkan gak ada airnya. Ongkos masuknya cukup Rp. 5.000,- Dan pas gue kesana, ternyata banyak juga yang mengunjungi tempat itu. Kalau jalan kesananya sih bagus, jarak tempuhnya kurang lebih sejam lah kalau dari kota Sintangnya. Ohiya, setelah kunjungan gue kesana, gue jadi belajar tentang satu hal. Mungkin benar, terkadang sesuatu akan terlihat lebih indah ketika kita hanya melihatnya dari kejauhan. Karena ketika kita terlalu dekat, kita bisa dengan jelas melihat bahwa banyak sekali ketidaksempurnaan, hal-hal yang tidak indah, biasa, atau mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi kita. And expectations really kill.

100% batu murni, tanpa pemanis tanpa pengawet
View dari atas yang nggak atas2 banget (gue anaknya lemah dan penakut)
 Oke, cukup dengan Bukit Kelamnya, kita move on ke tempat favorit kedua. Apa itu? Tepat sekali, Keraton Al Mukarammah.Sayangnya, waktu kita kesana, mungkin karena udah kesorean, museumnya udah tutup. Jadilah kami cuma duduk-duduk santai di tenda2 kopi yang ada di depan keraton. Dana ada satu hal yang bikin kami terpana, terpukau, terkaget-kaget. Karena sunsetnya Masya Allah... luar biasa. Dan tiap kami ada kesempatan, kami dateng sore-sore menjelang magrib kesana. Just to get the peacefulness, river breeze and the beautiful sunset.
Langit Allah yang selalu indah, kapanpun, dimanapun, terluvv <3
Hal lain yang sangat mencolok, yang patut buat diceritakan adalah. Disini gila banget kalo pas musim duren. You'll see duren everywhere. Dan orang-orang pada berpesta duren hampir tiap hari. Untungnya, sejak beberapa bulan lalu, gue udah bisa makan duren. Jadi... sekarang gue bisa ikut menikmati, gak cuma nontonin orang yang pada makan duren. Bahagia rasanya...

Okey, that's it. K? Bye!!!



Being old~

     So many things happened. My mind is already too full, to the point that I don't even know which is which and what is what. Broken English again (pardon my stupidity)~

     I've tried to write sooo many times since August 4th. You'll see like 4 to 6 half-finished posts in my draft, dated 3 to 8 August. And yet, being the-random-thinker me, I think that those post are too random to be posted. So I just make this random post as an opening for those random posts over there. 

     Okay, It's been 4 days since I'm officially being a 26 y.o. young lady. Yeah I know, I'm old, and I should act my age. But when i'm thinking back, I think that the "Me"  in these past four days is the most childish version (with an act of egoistic brat as the topping) of me I've ever met. Being emotionally unstable, flirtatious, spendthrift, irresponsible, all those bad trait just appear out of nowhere (or is it just the usual me?). 

     A quarter century is a lot, indeed. And I'm scared. I managed to have reunion with my old insomnia again somehow. So many thought filling up and get stuck in my head now. No, It's not about that certain target that I failed to achieved this year. You don't know which one? Seriously? Should I say it out loud? Okay. So, it's not only about "Getting married in the age of 25" that I failed-not-really-misserably. Cause I do believe that Allah is the best scenario maker. And I have given everything to Him. But it's about those fear, those promises to love myself first that I still can't fulfill. So I still have this ugly thing inside me. This hatred, these what-ifs, these is-it-possibles, these doubts, these unpretty thoughts. I still have to deal with them, somehow or not. (I'm being too negative right now..)

    Soo... let's work harder Gista!! Love yourself first and everything else will fall into line! You're fabulous!! So why don't you just fall in love with yourself? ;)

Sorry not to sorry~

     It's been a while since I post something in this blog-turn-into-spider-web. Hampir setahun siss gue ngapain aja coba? Sedih gue Gis, kecewa gue sama lo! Nggak ada review film, ngga ada review buku bagus, nggak ada puisi alay, nggak ada pemikiran sok dalem lo yang kadang nggak jelas. Ya Allah... Gista ngapain aja sih??? 

     Gue juga gak tau. Lebih sering stres mikirin kerjaan (bo'ong!) jadi begitu pulang sampe rumah langsung ambruk, bobok cantik, besoknya bangun, siap2 buat ke kantor, berangkat, dan lingkaran mematikan itu berulang setiap harinya. Gue jenuuuhhh, seriously, gue jenuh banget sama rutinitas yang makin nggak sehat buat mental gue akhir2 ini. But somehow I do nothing to change it. And it totally wrong step to do. Bisa-bisanya gue masa bodoh gitu aja sama hidup gue sendiri dan lebih milih buat ngelupain itu semua dengan tidur. God!

     Bahkan dari hampir selemari penuh (+sebox lumayan gede) buku yang gue kumpulin selama hampir 2 tahun ini, belum ada satupun buku yang bener-bener gue selesaiin bacanya. Minta diapain sih nih anak T-T. Cat air, pinsil warna, crayon, coloring book, dan project2 lain yang sempat terlintas dipikiran gue buat dikerjain di akhir minggu juga sama sekali nggak tersentuh! Kebiasaan banget kan... Prihatin gue Gis sama kehidupan lo, ngga berfaedah banget.

     Jadi, gue harus bikin janji nggak sama diri gue sendiri buat benahin lagi ritme hidup gue, biar nggak mageran, biar punya target, biar waktu luangnya bisa lebih bermanfaat, biar hidupnya nggak ngalir gitu aja kayak air kali. Oke, ingetin gue puhlisseee... Gue nggak janji bakal sering posting, tapi harusnya gue bisa jadiin blog ini sebagai escape place gue kalo udah eneg sama hal2 lain... Jadi.. gitu..

    Gue sebenernya kemaren sempet ngabur beberapa kali, karena udah jenuh banget, pergi liburan, tapi somehow hal-hal semacam itu nggak pernah bisa bener-bener bikin pikiran lo bebas. It's just temporary, indeed. Lo bisa lupa sama masalah-masalah lo, tapi cuma bentar, ya cuma selama lo liburan itu. Setelah balik lagi ke real life, yaudah masalah lo bakal muncul lagi dihadapan lo, atau bahkan mungkin ramean bawa temennya dan bikin lo makin pusing. Tapi.. tetep worth it sih, meskipun cuma sebentar, bisa bebas nggak mikirin apa-apa itu menyenangkan :)

     Sempet ke Bandung, ketemu temen-temen menyenangkan yang bisa diajak seru-seruan, nostalgia masa lalu, kulineran, muter-muter Bandung, and I really miss that city. Pengen kesana lagi... Trus sempet juga ke Lombok sama temen-temen kantor, ambil cuti beberapa hari disaat kantor lagi hectic banget itu rasanya sangat-sangat menyenangkan :) Seriusan :) Maen ke tempat baru, nyobain hal baru, it makes me excited! Kayaknya gue harus sering-sering liburan, to keep me sane :)

     So, that's it! Cukup sekian racauan gue buat hari ini.. Moga aja besok bisa post sesuatu yang lebih bermanfaat :)

Pontianak, West Borneo~

     Jadi.... Hallo lagi dari anak gak jelas ini. Eh tapi, gue kan udah 20 sekian yak, jadi udah bukan anak2 lagi dong. Bisa lah ya dipanggil tante2 gak jelas. Akhirnya setelah sekian lama gue nggak ngeluarin benang kusut di otak gue, jari jemari gue tergerak buat bercumbu dengan kata2 lagi. Well, postingan terakhir gue tertanggal 29 Januari 2016, yang artinya hampir setahun gue sama sekali nggak nyampah disini. Dan ternyata dampaknya cukup mengerikan buat kesehatan mental gue. I'm getting much more freak-er than ever. I am already freak to begin with, yet it still manage to level-up somehow. Gue jadi makin sering nyanyi-nyanyi gak jelas kapanpun dimanapun saat pikiran gue butuh penghiburan, makin sering ngomong sendiri (sometimes I made some people freak out when I did it unconsciously in public). Alhamdulillah temen2 kerja gue paham dan bisa nerima keanehan gue ini. Mereka udah nggak kaget lagi atau buru-buru  jawab ketika gue melontarkan pertanyaan ke entah siapa dan akhirnya gue jawab sendiri. Palingan kalo udah parah banget bakal ada yang nyeletuk "Giss, jangan ngomong sorang."Dan gue bakal ketawa2 aja nanggepinnya.

     Hal besar apa aja yang udah gue lalui di tahun 2016 ini? I had moved far away from my hometown since mid January. Which made me sad at first, but when I overlooked what I've been through, I could only say Alhamdulillah from time to time. Karena di tempat baru ini, gue belajar banyaak banget hal baru. Disini gue belajar buat menyukai apa yang tadinya gue benci, gue belajar buat memahami, belajar ikhlas, belajar mencintai, belajar melepaskan, belajar bahwa tidak semua orang akan menyukai kita, yah karena itu tadi, orang tuh beda-beda (dan kita harus bisa menerimanya). Dan masih banyak lagi kejadian2 lain yang sedikit banyak menambah tingkat kedewasaan gue. Yeah, I'm an old lady inside.

     Sebenernya belum banyak yang bisa gue ceritain tentang Pontianak, selain fakta kalo Sungai Kapuas itu emang besar banget. Dan gue terheran-heran pas pertama kali liat ada kapal segede-gede gaban bisa lewat dan berseliweran di tengah aliran sungai. Karena setau gue, sungai di kampung gue cuma dipake seliweran ikan cucut atau sapi dan embek kalo lagi pada dimandiin. Gista mah anaknya cupu, bukan anak traveler yang kalo dateng ke tempat baru terus langsung berpetualang kemana-mana. Gimana mau jadi traveler kalo naek becak aja mabok. Jadi selama hampir setahun disini, gue belum pernah kemana-mana, pernah sih ke Singkawang, tapi ya cuma itu aja, sekali doang. Paling kalo weekend maennya ke mall, ngubek-ubek gramed sampe bosen, ke pasar belanja, kalo minggu pagi jogging (baca:cari sarapan) di GOR Pangsuma, kalo malesnya lagi engga kumat ikut kajian, dan... sepertinya Tuhan masih belum mengijinkan gue buat sembuh dari penyakit yang menjangkiti dari jaman kuliah ini. Karena ternyata disini juga banyak pencinta ahjussi2 dan oppa2 tamvan yang stok drama kore-ah nya nggak abis2. Astaghfirullah... Kapan coba gue tobatnya? Maapin Gista ya Allah....


Tugu Digulis, ikon nya kota Pontianak. Foto yang gue ambil pertama kali pas tiba di Pontianak. Iya, langit pun tau kalo gue sedih waktu itu.

Sungai Kapuas
Taman Alun Kapuas (itu air mancurnya bisa joget2 lho kalo disetelin musik)
     Hal yang paling absurd disini menurut gue adalah cuacanya. Cuaca di Pontianak tuh unik banget. Jangan sampai terbuai sama cuaca cerah, dimana awan berbaris berarakan seakan-akan menjanjikan sebuah cerita yang indah untuk nasib cucianmu. Jangan lengah, jangan pernah tinggalkan cucian kalian tergantung di jemuran tanpa pengawasan. Karena nggak sampe sejam, mungkin banget langit akan berubah mendung yang kemudian diikuti hujan lebat. Hujan pun suka pilih2 tempat, sering banget gue temui yang namanya hujan lokal. Bisa banget di tempat gue hujan, di RT sebelah panas, dan di RT sebelahnya lagi gerimis syahdu yang bikin kita jadi galau2 merindu. Pokoknya mah di Pontianak itu everything is possible. Nggak ada yang nggak mungkin. Kecuali Tuhan berkehendak lain. 

     Satu hal yang bikin gue bersyukur diijinkan untuk tinggal sementara disini itu langitnya. Langit disini itu Masha Allah, cantiiiikkk bangett. Warnanya biru jernih, dengan awan cumulusnya yang seolah-olah bergantungan rendah di plafon langit, kayak bisa diraih gitu pake tangan. Dan kalo gue sedih, Allah dengan baiknya mengirimkan pelangi buat ngehibur gue. Disini hampir tiap sore sehabis hujan selalu muncul pelangi, pas banget sama jam pulang kerja gue. Jadi berasa dihibur, meskipun kerjaan di kantor sini selalu bejibun dan nggak ada abisnya, kalau udah liat yang indah2 gitu tuh gak bakal bisa nggak bersyukur. Alhamdulillah.... 
Langitnya Allah itu selalu indah.
Pelangi di depan kantor, bukan dimatamu.
     Kalo ngomongin makanan, disini banyak makanan khas yang aneh-aneh. Ada bubur pedas yang sampe sekarang gue belum jadi nyoba, karena penampakannya mmm... gak sesuai sama selera gue. Terus ada sotong pangkong, yang merupakan sotong, yang dikeringin, lalu dipangkong (dipukul), banyak yang jualan disepanjang jalan Merdeka pas bulan puasa. Dan belum gue cobain juga karena gue gasuka seafood. Karena disini masyarakatnya berasal dari beragam etnis, makanannya pun beragam. Banyak banget makanan buatan kokoh2 dan cece2 yang menggiurkan juga buat dicobain. Tapi tentunya gue masih merhatiin halal enggak nya dong, dan sejauh ini gue paling suka sama chai-kwe (entah bener apa engga nulisnya gitu). Trus kalo buah-buahan banyak banget disini, kalian bakal gampang banget nemuin duren yang berjejer sepanjang jalan kalo pas musimnya, surga banget lah buat pecinta duren. Sayangnya gue enggak termasuk. Pisang, jeruk, langsat, matoa, manggis, alpukat, banyak banget kalo lagi musim, dan harganya rata2 lebih murah daripada di Jawa. Gue pernah beli pisang yang kecil2 gitu dan harganya cuma 5ribu sekantong plastik.
Duren, bukan duda keren. Iya, gue cuma nemenin.
      Apa lagi yah? Udah cukup sih ngebahas Kota indah ini. mau bahas yang lain? Besok aja lah ya, udah malem, dan gue ngantuk. Oyasumi nasai~

Chitty-Chatty~

Source
Soooo many things happened these last three (or four) months. First thing first is, I'd like to say that I'm freeeee now :D. It's been a though days for me. I've passed what you called "diklat maraton" that started at early September and about to end a week from now. Yes, it means that I'm not officially free, but I've just finished my last REPORT, which is consist of 120 pages that I write these last 2 weeks (I need 4 moths to write my mini thesis with the same amount. Incredible right?). So... I have the very right to name it as a-few-steps-more-to-be-actually-free. 

The "diklat" itself is not that awful actually. I don't hate it. I got new experiences and knowledge, I met bunch of wonderful people, I got some new kind-hearted friend who bring a good positive change to me. I met a friend whose her weirdness is fit with mine. I gain some weight (thanks to the catering service who always feed us six times a day).  And of course, I got lessons about life. After passed this "diklat", I realized that my definition about happiness is changed. It's simplified. Happiness is not about getting what you want, dinner in a luxurious place, traveling to beautiful places, or shopping till your knees get numb. 

Could see the beautiful morning sky when we should did sit-up 30-something-times is happiness. Had a 15 minutes bath at night after super hectic day is happiness. Had a dinner of popmie with a few friend is happiness. Could have 15 minutes nap every Friday between class break is a bliss. Soooo.... what I wanna say is, happiness is not something that you get with money. It's there, inside our mind and heart, we made it ourselves. All we have to do is always be grateful of everything we have, and everything that happen in our life. Don't forget to say, Alhamdulillah :)

But, even so, I still wanna say that this "diklat" also gave me headache. It's really hectic. And stressful. And tiring. I didn't even have time to post even a word in my blog. Because I didn't have enough time to open my net book, sat, and relax, and writing things. But I made a diary (again) in the middle of my depressing time. And it worked at compensating my anxiety. So, everything just fine. It's kinda funny actually, cause I made silly doodle beneath every paragraph I wrote. And when I re-read my writings, those doodle could move and show me what happened back then. It's cute, I should post them here someday...

So, this mussy writing officially become my comeback stage (lo pikir boyband korea?). I hope I could post something here frequently from now on~
Annyeong~

Ini itu, itu apa?

"Nduk, mau ikut ibuk belanja ndak?"
"Bentar buk, ini lagi mau ngerjain laporan ojt. Ntar kalo aku ikut trus yang mau ngerjain siapa?"
"Yawis, ndang dikerjakke"
Dan Gista pun ndelosor di kamar, ngadepin laptop, buka kaskus, youtube, nyunyu, instagram, facebook, blogger and anything but that-so-called-laporan-ojt-thing.

Lagi-lagi disuruh bikin laporan. Ngerjain apa dikit lapor, ikut acara apa lapor, ada kegiatan apa lapor, kayak punya pacar posesif aja apa2 musti lapor *eeh*.

Lagian, kenapa sih bentuknya musti laporan? Gak ada cara lain apa selain pake laporan? Kalo gak salah apa-apa masa iya musti lapor? Emang situ mau dilaporin? Bayar pengacara mahal tauk!! (baca dengan nada nyolot)

Deadline tanggal 5 Juni, dan lagi-lagi, saya masih berasa kalo 5 Juni itu masih lama. Padahal emang iya, masih lama. Tunggu aja, liat ntar pas udah H-2, pasti diantara anak2 yang lain, gue yang paling heboh sendiri, nanya ini itu sama orang2. Mending kalo udah tau apa yang mau dikerjain, lah ini, otaknya masih kosong melompong, menunggu ada peri inspirasi datang dan membawakan segepok bahan buat ditulis.

Anyway, post ini emang gak penting, gue cuma lagi mencari pengalih perhatian, so pardon this stupid rant. *lanjutin ngobrol sama kucing*


PS: Ada yang mau bantuin bikin laporan saya tak?

Undiscipline me~

Akhir-akhir ini kondisi kejiwaan saya lagi gak stabil...|Sejak kapan lu ada sakit jiwa gis?|Kagak ada sih, biar lebih dramatis aja...| -___-" ini bocah bener-bener minta ditabok.

Lagi sebel sama diri sendiri. Banyaaak banget janji sama diri sendiri yang sampai detik ini belum gue tepati. Niat dan perencanaan sih nilainya 90, tapi eksekusinya memble banget. Ibarat kata, bagaikan menari diatas daun talas, ya engga bakalan bisa. Kecuali lu berubah jadi liliput super kecil yang bisa nari. Gue punya satu kebiasaan buruk dari dulu, yang sampai sekarang masih susah banget buat dirubah. Yaituu...gue gampang bosen sama apa yang gue kerjain, jadi ketika gue udah bosen sama sesuatu, gue akan memulai hal lain, yang kemudian pada akhirnya, akan menghasilkan banyak hal yang baru terproses setengah jalan. Yah gitu... Siapa coba yang mau nyelesein sisanya?

Mau di list-in gak janji, atau lebih tepatnya pekerjaan yang gue tinggal setengah jalan itu?? Ini dia:
1. Entah sejak kapan tahun gue ada niat buat ngapalin surat As-Syams (oke, mungkin banyak anak TK yang lebih keren dari gue, tertawakanlah saya sepuas kalian), tapi sampai detik ini, gue gak bener2 ngapalin, jadi baru 5 ayat yang gue apal, dan sisanya, allahualambishowab.
2. Gue sempet pengen belajar bahasa Jepang sendiri, iseng-iseng itu siapa tau bisa, karena yah, di sini mana ada sih tempat buat kursus bahasa gituan? Dulu pas awal2 gue udah sempet bikin satu buku khusus buat belajar bahasa jepang ini, udah ada buku panduannya, udah beli kasmusnya, dan udah sampai tahap pengen belajar nulis sama ngapalin huruf kanji. Tapi dasar gue ini bocah yang tipe malesnya tingkat dewa, baru apal huruf a dan beberapa temennya yang lain (yang sekarang bahkan udah lupa lagi) gue mandek gitu aja. Padahal kalo di awal minggu kayak hari senin gini gue udah semangat banget entar kalo weekend pengen ngelanjutin hal ini. Tapi begitu weekend di depan mata, gue berubah jadi beruang yang butuh hibernasi... ahsudahah.
3. Kalo lu bisa nengok dashboard blog gue ini, lu pasti bakalan kaget, karena apa? Karena meskipun gue jarang banget ngepost sesuatu, sebenernya banyaaak banget artikel yang nangkring di draft gue. Iye, cuma nangkring disitu, entah dari kapan. Mulai dari review buku, cerpen, puisi, atau beberapa pemikiran mendalam lain yang baru setengah jadi. Jadi, gue enggak sampai hati mau ngepos bahan setengah jadi macem tu. Yaaa gitudeh...
4. Gue pengen bisa nulis, gue pengen ikut lomba nulis. Niat mulia diatas udah sejak beberapa tahun lalu ada di benak gue. Keren banget kan gue?? Iya dong.. Tapi realitanya? Jangan ditanya. Sampai detik ini gak ada satupun event yang jadi gue ikuti. Cuma seneng nyari-nyari info lomba, trus gue download form2 pendaftarannya, gue kumpulin di satu folder di laptop imut ini, dan udah! Cuma gitu thok, gak ada eksekusi lebih lanjut. Kan kamvret banget elu gis!!
5. Gue sering banget pengen beli buku ini itu dengan berbagai macam judul baru, karena emang pada dasarnya gue demen baca buku. Tapi masalahnya, masih ada beberapa buku yang baru setengah jalan gue baca, dan gak gue lanjutin karena gue nya udah terlanjur bosen. Pukpukpuk, sabar ya nak, suatu saat nanti kalian bakalan terselesaikan kok... :'(

Daan sebenernya masih banyak hal lain yang pengen gue tunjukin ke diri gue sendiri. Ini loh Gis bukti kalo elo engga serius, engga disiplin. Masa iya lu mau terus2an kek gini? Engga kan? Jadi please Gista, perbaiki diri lo. Oke..

Happy monday~

L'Arc en Ciel - The Fourth Avenue Cafe~


The seasons quietly informed us of the end
Gathered up in the painted memories
Goodbye, to that person who loved me
And was wavering in these eyes

This uninterrupted feeling,
I couldn't trust it from the start
As I was left behind by this ever changing street

Those people, who were always coming and going
Can be felt now in the distance
Even the noise grows dim
And fades away in a sigh

The empty space stared at me
On a boring day off
Without any sort of finish, you continue to be washed away

Even though I knew better, I pretended not to know this pretense
I was drowned in it, always
Thinking about someone
Because even a side view of their face was heavenly

The season quietly informed us of the end
Gathered up in the painted memories
Goodbye, to that person who loved me
Wavering in these eyes

Later... just how will it be?
You being next to me..
While thinking of that, I carve the passing time

It adds up and keeps returning, like a wave
This heart gets washed away

Even today the city fills me with thoughts as ever
I keep drawing them each individually...

Goodbye to that person who loved me
Yearning for the distant sky
And was wavering in these eyes

In this ever changing street, a sigh escaped...

----------------------******-----------------------

Keren banget kan?? Akhir-akhir ini lagi suka dengerin "The Fourth Avenue Cafe" nya L'Arc en Ciel yang entah kenapa give tingling sensation di hati gue. hahaha. Liriknya bikin gue inget sama seseorang yang entah ada dimana sekarang, huwaaaa...... Sebenernya ada beberapa lagi sih favorit gue selain lagu yang ini. Hitomi no Jyuunin sama Anata lirik sama musiknya dalem banget, trus ada Niji, Stay Away, Flower. Kadang kalo udah jenuh sama lagu Indonesia atau lagu berbahasa Inggris, gue suka iseng dengerin musik dalam berbagai bahasa, nyari nuansa baru. Sok2an banget sih lu, kayak ngerti aja artinya. Ckckck, dalam musik, kita nggak perlu kok ngerti bahasanya, karena musik sendiri adalah bahasa universal. *gue lagi gak jelas*
Lagi melow banget inii, makanya bikin post gak jelas gini. Gue lagi mikirin gebetan yang udah hampir 4 bulan ini "kencan" sama gue. Bukan, bukan cowok. Bukan cewek juga, gue masih normal. Oke, sebenernya 4 bulan terakhir ini gue sering ngabisin waktu gue sama "dia". Dia ini bikin gue gak bisa pulang kampung, bikin gak doyan makan (boong banget), bikin tidur gue gak nyenyak, dan yang pasti bikin gue kepikiran sama dia terus setiap hari, 24/7 lah istilah kerennya. So sweet banget kan?? Andai aja dia yang gue maksud ini sesosok makhluk tampan yang baik hati. Sayangnya "dia" ini berbentuk segumpal tumpukan kertas yang sampai kapanpun akan tetap seperti itu. Gak ada keren2nya. Singkat kata gue lagi bikin that so called "sebuah karangan bebas yang bikinnya pake mikir" a.k.a skripsi. 
Q: Apa sih susahnya bikin skripsi?
A: Engga susah sih, cuma nulis doang ini. Tapi, malesnya itu looooh..
Gue sih sebenernya gak mau mengkambing-hitamkan si setan atas kemalasan yang gue derita ini, tapi gimana doong?? Gue bukan tipe orang yang suka disalahin, jadi ya gitu deh.
Gak penting ya? Lebay? Okedeh, maap... 
Bye~

Happy Birthday Mom :)

Hari ini saat bahagia untukmu
bertambah satu tahun usiamu
kunyanyikan sebuah lagu agar istimewa harimu...
happy birthday to you happy birthday to you
happy birthday to you. . .


Pengen nyanyiin lagu ini buat ibuk. .. tapi apa daya, gue nggak lagi di rumah. At the very least pengen nelpon, ngucapin secara langsung, tapi-tapi-tapi. ..gue baru nyadar nggak ada pulsa. Yaudah, jalan satu2nya cuma bisa sms. Sedih.

Pengen upload foto ma nyokap, tapi setelah gue ubek2 hape sama laptop, gue ngga nemuin satupun foto gue sama beliau. Huwaaa. . .anak macam apa gue ini?? Reminds me to snap some when I'm home. . :'(

Anyway, happy birthday to my super mom. You're the strongest women in this world. Makasih udah jadi ibuk yang luar biasa buat kita, anak2mu yang bandel dan sering nyusahin ini. Maafin aku yang sering banget egois dan nyakitin ibuk. Makasih udah jadi wanita tangguh yang sabar dalam menghadapi semua cobaan yang terjadi selama ini. Aku janji, aku nggak bakal pernah bikin ibuk kecewa lagi. Aku bakal jadi anak yang bisa dibanggain. Promise.

Tetaplah jadi ibu yang lembut & kuat buat kita. Could only wish you all the best wishes. Semoga Allah selalu membimbing kita.

Happy Birthday ibukku yang paling cantik :)
Love you mom :-*

Hari selasa ituuuu. ...

- hari super riweuh di dunia sepanjang semester ini
- hari dimana gue dituntut untuk lari-larian non stop dari pagi sampe menjelang malam
- hari dimana gue harus ketemu sama bocah-bocah yang kadang-kadang bikin kesel
- satu-satunya hari dalam seminggu dimana gue wajib pake sepatu yang gak bikin kaki sakit
- hari dimana kesabaran gue diuji
- hari yang menguras tenaga
- hari dimana gue jadi lebih pelupa dari biasanya
- waktunya ruang bu vay dan pak mus jadi tempat penitipan tas gue :p
- gue jadi orang bermuka badak (baca:tebel), numpang makan doang di kantor orang, trus abis makan balik -__-"
- hari dimana gue bisa menikmati that charming smile of a certain someone *kedipinmata*
- hari yang super melelahkan tapi paling gue tunggu :) tau nggak kenapa?? karena cuma di hari selasa gue bisa ketemu orang itu :p


A beautiful scene above the sky~



Kayak pulau diseberang laut ya??Apa diseberang danau?Apa aja deh. . . Amazing kan??? :D

Foto diatas gue ambil di suatu pagi yang dingin di tempat yang luar biasa indah, tahun lalu. Waktu itu kita, anak2 Karate Telkom camping di bumi perkemahan Oray Tapa dalam rangka malam tahun baruan bareng. Kita berangkat dari kampus siang harinya, tgl 31 Desember 2012. Bergerimis-gerimis ria sepanjang jalan, berlumpur-lumpuran di sawah orang, meraba-raba di kegelapan (kabutnya udah lumayan tebel pas kita naik), terpeleset-peleset di jembatan bambu, dan bahkan begitu udah sampai tempat tujuan kita masih harus berantri-antri nunggu giliran mandi, dan menggigil bersama pas tidur, soalnya tendanya basah kuyup, jadi kita tidur di saung yang ada disana. 

Tapi semua kepenatan dan perjuangan kita selama perjalanan terbayar lunas begitu jam tepat menunjukkan pukul 00:00. Kita bisa lihat langit kota Bandung yang dipenuhi kembang api. Sayang ngga ada fotonya. It's okay, doesn't matter kok, cukup dengan menikmati saat itu, menikmati setiap bunyi "DUARR!!" yang diikuti letusan api berwarna-warni di langit. Cukup dengan memejamkan mata dan merekamnya dalam ingatan, hanya dengan itu, kita bisa mereplay-nya jutaan kali. Bahkan dada gue masih dipenuhi rasa menggelitik yang menyesakkan, yang bikin gue senyum2 sendiri pas bikin postingan ini. Hmm. . . puas banget lah. :)

Ngga cukup sampai disitu. Begitu pagi datang, kita dibikin berkali-kali menyerukan kata "Subhanallah",  dan "waaah" yang ngga ada abisnya. Serius, luar biasa banget pemandangan di sekitar kita. Ada sawah, sungai, air terjun, bunga bougenvil yang berwarna ungu, pohon cemara yang berjajar tinggi, padang rumput, semua perfect. Something that you didn't see everyday lah pokonya. Ngeliat awan berada dibawah kita, kayak bisa diraih sama jangkauan tangan itu berasa kayak bisa terbang. Nggak bisa diungkapin pake kata-kata deh. Pengen kesana lagi. . . Atau naik gunung, kemana pun itu. ..

Sometimes there're things that you can't express just by words.

Sedang Mencari-cari Alasan

Besok quiz Auditing2, materinya banyak banget, close book, dan sepertinya otak gue belum siap menerima kenyataan menggetirkan ini -apasih-

Satu lagi kebiasaan jelek gue yang harusnya dibasmi dari dulu. Tiap panik, tiap berada di posisi nggak enak, tiap nemuin suatu keadaan dimana gue ngga yakin bisa ngelakuin hal tsb, gue malah menghindar. Nyari-nyari alasan, ngelakuin hal2 lain yang sebenernya nggak penting sama sekali cuma biar bisa "menunda" ngelakuin hal yang nggak pengen gue lakuin itu. Kayak sekarang nih, gue sebenernya udah dari tadi abis magrib mau belajar. Tapi adaaaa aja hal "penting" lain yang musti gue lakuin dulu, yang baca komik lah, tidur bentar, ngerjain tugas Teori Akuntansi yang sebenernya masih lama dikumpulnya, sms-an ma adek gue, bikin indomie, ngemil bentar, nonton TV (yang sebenernya jarang banget gue lakuin), sampe ngepost hal nggak penting ini di blog -please deh gis-.- Tapi kalo udah kayak gini tuh semua hal lain berasa penting banget tau. Trus nih ya kalo udah ngelakuin hal "penting" itu, hati nurani (ciyyeeh hati) gue selalu bilang, "abis ini ya gis, beneran belajar. . Iya deh iyaaa", tapi begitu udahan, ada "hal penting" lain yang menunggu untuk dikerjakan. Ckckckk, kalo anak2 Indonesia kayak lu semua, mau dibawa kemana masa depan negeri ini nak??

Oh iya, ngomong2 masalah quiz, pertama kali gue denger kata2 ini dari dosen gue pas semester1, gue sempat dibikin bertanya-tanya. Quiz apaan sih?? Quiz yang kayak di tipi2 gitu?? Dapet hadiah dong? Trus ntar ada kategori2 pertanyaannya gitu? Apa jangan2 malah nebak peribahasa? Apa nyusun huruf jadi kata? Gue perlu ngehapal nama2 tokoh besar dunia nggak ya?? Kalo Alexander Graham Bell penemu apa sih? Dan pertanyaan2 lain yang bikin gue dag-dig-dug menunggu esok hari. Dan besoknya, gue cuma dikasi soal, trus disuruh ngerjain di folio bergaris. Nah lo, ini mah namanya "ulangan" kalo jaman gue SMA. Ngapain dikasi nama bagus2 yak?? Bikin orang bingung aja. Entahlah. .

.

.

.

=,=

-_________-

Gue udah nggak tau musti ngebahas apa lagi. Tapi Indomie gue belum abis. Gimana dong??

The Day After A Long Sleepless Night

Lebih dari sekedar ngantuk di kelas. Gue kesiangan banguuunnn >.<

Baru aja melek, liat HP, lah, udah jam 6:57. Syok lah gue. Trus alarm yang gue bikin jam 6:30 tadi pergi kemana yak?? Kok gue ngga denger sama sekali?? Yaudahlah, gue langsung loncat ke kamar mandi. Baru cibang-cibung beberapa menit, HP gue bunyi. Gue keluar dari kamar mandi, ada sms dari anak 2011 yang sekelas ma gue. "Teh, kelas Entre ditiadakan". Gubrakk!! Kayak disamber petir d siang bolong tanpa awan, pas gue lagi berduaan ma Lee Jonghyun gitu, gue musti seneng apa musti sebel nih?? Gue lanjutin mandi dulu kali yak?? Baru selesai mandi temen sekosan gue, tiba2 ngetok pintu. Gue teriak2 bentar2 lah yaa. . . Udah gitu gue nanya, emang beneran libur yak kelas entre nya?? Dia bilang iya. Zzzzzz. . . kenapa cuma gue yang harus dibikin kacau, kaget, dan gundah gulana gini???

Yaudah deh, gue bikin racauan ngga jelas ini akhirnya. Ditemani semangkuk bubur kacang hijau hasil malak dari temen gue. Yummmy. . .hahahaaha
Have a nice day~

Sleepless night

I always hate this kind of sleepless night. Seriously.
Kebangun tengah malem trus nggak bisa tidur sampai subuh kayak gini tuh rasanyaaa. . . kayak diculik alien, diajak muter-muter diluar angkasa, trus dibalikin lagi ke bumi dalam wujud seekor monyet(?).

Emang udah biasa banget sih kejadian semacam ini. Dulu, pas masih di kosan lama, kirain gara2 lokasi kosan+suasana nya yang bikin gue sering ngga tenang tidur. Tapi ternyata setelah pindah ke kos yang sekarang, hasilnya masih sama aja. Padahal lampu udah gue matiin, TV udah gue nyalain, gue juga udah merem, udah muter lagu selow yang bkin ngantuk, tapi masalahnya pikiran gue masih kemana-mana, belum mau diajak tidur. Susahnya jadi type A tuh kayak gini. Kalo ada masalah, sekecil apapun itu, pasti kepikiran, parno banget, insecure, selalu mikir negatif, selalu mikir what if blah-blah-blah, dan ngga pernah puas sama diri sendiri.

Boleh nggak cerita dikit masalah gue?? Gue nggak bisa cerita ke siapa2 soalnya, meskipun gue ngga bakal dapet solusi dari nulis2 ngga jelas gini, tapi at least gue ngerasa beban gue sedikit terkurangi (kali aja abis ini gue bisa tidur) dan suatu hari nanti, gue inget kalo gue pernah mengalami keadaan semacam ini. Boleh kan?? Jadi gue lagi ada sedikit "perang dingin" sama orang, padahal sebenernya gue juga ngga mau ada kejadian kayak gini. Gue ngga tau masalah awalnya kenapa, tapi tau2, fualla, gue kayak abis bangun tidur, trus tau2 keadaanya jadi serba nggak enak begini, padahal tadinya udah ngga ada masalah apa2. Dan gue nggak tau gimana cara memperbaikinya. And as the cold arrogant me, gue belagak kayak baik2 aja gitu. "Gue juga bisa kok tanpa lo", bahasa lainnya gitu. Padahal it hurt me so much when someone I used to be together with, act like a complete stranger. Ada sesuatu yang rasanya kurang. Gue masih belum tau mau ngapain, liat perkembangannya dulu kali ya?? Dunno.

Ntar pagi pasti gue ngantuk banget nih di kelas, mana masuk jam 7 lagi. Zzzzz.... -___-
Ohayou gozaimasu~ *udah pagi*

Ekspresif???

Maybe it's good to be someone who can express what he/she feels...
Gue selalu iri kalo liat orang yang bisa ngomong ceplas-ceplos, bisa ngelakuin apa yang dia mau tanpa takut di-judge aneh sama orang lain, nggak takut jadi orang yang "beda", bisa ketawa ngakak sepuasnya tanpa takut dibilang nggak sopan, masang tampang jelek pas foto tanpa takut keliatan jelek, It must feel nice to be them.

Gue sampe sekarang suka ketawa sendiri loh kalo inget dulu pernah ada orang yang bilang kalo gue tuh cuek banget. Lu nggak tau gue. Itu yang pengen gue bilang. Mungkin iya sih, gue keliatan cuek, tapi nggak, kecuekan gue lebih menjurus ke "nggak peduli sama orang lain" gue egois, berasa kayak nggak pernah butuh orang lain. So bad. Itu yang pertama, dan yang kedua sebenernya gue ini orangnya parno banget. Takut di-judge orang. Serius. Tiap mau ngapa2in gue selalu mikir, ntar kalo gue ngelakuin ini orang2 bakal ngomong apa? Bakal nganggep gue kayak apa?? kalo gue ngomong kayak gini penilaian orang tersebut bakal gimana ke gue? Bla bla bla blaah... Dan mungkin itu salah satu faktor kenapa gue kurang ekspresif. Ada hubungannya nggak sih?? Entahlah.

Gue udah berusaha ngubah cara berpikir gue, tapi ngerubah sesuatu yang udah akrab banget sama diri lo sendiri tuh rasanya susaaah banget. eottohke??

Adios~

Impian, jodoh, dan masa depan~

Kenapa tiba2 mengusung tema yang nggak biasa kayak gini yah?? Asa berat euy...
Hehehee, gatau nih, tadi abis sharing ma temen, katanya lagi dibikin pusing sama teka-teki hidupnya.. Bedah atu-atu aja deh. yuuk. . .

IMPIAN.
Apa sih impian itu?? Kalo gue sih jujur, bakal diem bentar, garuk2 kepala, trus sambil nyengir bilang "hehe, gatauu. apa sih??".
Mmmm... Oke gue mau belagak pinter dikit nih. Impian itu sesuatu yang pengen banget kita raih, bisa dibilang tujuan hidup, dengan adanya si impian ini, kita akan berusaha mati2an, ngelakuin hal-hal yang butuh kerja keras, ngelakuin hal2 yang bisa bikin capek (dan mungkin nggak bakal kita lakuin kalo nggak punya impian), cuma biar si impian ini bisa terwujud. Dan begitu impian ini bisa diraih, kita bakal ngerasain kepuasan tiada tara yang bikin kita bangga sama diri sendiri dan teriak "Huwaaah... gue bisaaaa!! Gue emang keren. Gue yakin nyokap bakal bangga banget punya anak cantik, imut, berbakat dan luar biasa kayak gue gini :D"
-_-" okeee yang diatas menjurus ke narsis tingkat dewaa.

Ngomong2 masalah impian, gue punya banyaaaak banget impian, tapi gatau kenapa kayaknya cuma dikit yang bisa terwujud. Wae?? Kalo gue analisis sih mungkin penyebabnya karena gue ini tipe orang yang tingkat kemauannya rendah. Pengen ngelakuin banyak hal, tapi nggak pernah mau "sedikit" berjuang buat ngedapetin hal2 tsb. Kalo nemu hambatan dikit pasti langsung nyerah. Gampang terpengaruh sama lingkungan sekitar. Ngebahas masalah cita2 aja nih yaa, dulu pas jaman gue masih SD, gue pengen jadi guru kalo udah gede ntar, kayaknya tuh profesi kok mulia banget gitu yah, dapet banyak pahala lagi. Trus begitu SMP agak berubah, gue sempet terpikir pengen jadi penulis kalo nggak seniman. Masih pas SMP juga, gue pernah ngebayangin jadi penari balet (what the...?? -_-"). Begitu masuk SMA, karena banyak dicekoki sama pelajaran ekonomi ma akuntansi, gue berubah haluan, pengen jadi akuntan publik a.k.a Auditor Eksternal (padahal gue dulu belum ngerti akuntan publik tuh makanan apaan?? tapi yah gitu lah, maklum masih labil). Pas naik kelas XI, karena gue sempet ikut kelas desain baju dan emang gue pada dasarnya suka corat-coret bikin gambar gak jelas, gue pernah pengen jadi desainer. Trus pas lagi tertarik2nya sama photoshop, coreldraw, 3dsmax, gue ngehayal pengen jadi desainer grafis. Udah masuk kuliah, gue makin jatuh cinta sama akuntansi, jadi tiap ditanyain orang apa cita2 gue?? Gue dengan yakin bakal ngejawab "Gue pengen jadi auditor." Huwaaah auditor tuh kayak Kamen Rider-nya dunia perakuntansian, dan kayaknya keren banget kalo gue bisa jadi auditor, apalagi kerja di Big Four, hmmm.... Tapi begitu udah dapet mata kuliah Auditing, gue jadi mikir2 lagi, kayaknya susah ya jadi auditor, harus kuat iman :p. Dan sekarang, kalo lu nanya ke gue pengen jadi apa gue kelak?? Gue bakal jawab, "Pengen jadi dosen yang punya banyak kerjaan sambilan dan punya toko buku sendiri." Moga bisa tercapai ya Allah... Amiin. :)

JODOH.
Topik sensitif buat cewek2 >20 nih.... Termasuk gue tentunya. Jomblo di usia segini tuh rasanya gimanaaa gitu. Gue sih sebenernya fine2 aja sendirian, tapi kalo pas lagi jalan trus liat ada mbak2 yang gandengan ma cowoknya tuh kadang2 gue ngerasa iri (apalagi kalo cowoknya cakep :p). Tapi begitu terlintas pikiran kayak gitu, gue ingetin lagi diri gue. Emang gue udah butuh pacar ya buat sekarang ini?? Dan dengan yakin gue bakal jawab "No. Not now." Gue sendiri kan yang udah mutusin buat "belum mau ngambil risiko" buat pacaran. Ada beberapa hal dalam pacaran yang menurut gue ngerugiin sisi cewek. Ada beberapa hal yang masih belum bisa gue terima dalam dunia perpacaran. Nyobain sekali udah cukup kayaknya. Ntar aja deh kalo udah mau serius.

Kadang2 pernah sih bertanya-tanya sama diri sendiri, kira2 tar kayak gimana ya orang yang bakal jadi suami gue?? Sayang ma gue nggak ya?? Takut ih kalo ntar ternyata suami gue suka maen tangan, kasar, suka nyakitin gue, blah bla bla. Tapi sekali lagi gue ngingetin diri, ni loh ada ayat Al-Qur'an yang bunyinya gini...


الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (QS. An-Nur [24] : 26)
Dan gue jadi tenang, what must I do now is just make myself a better person :)

MASA DEPAN.
Kalo ngomongin masalah masa depan... Gue nggak tau musti ngomong apa. Masa depan kan belum terjadi, dan gue bukan peramal yang suka sok2an ngintip apa yang bakal terjadi ntar. Gue juga bukan tipe orang yang mau dibikin pusing2 mikirin apa yang belum terjadi. Mikir dan berencana sih harus, tapi kita nggak punya kuasa penuh kan atas masa depan kita?? Gue lebih ke "Do the best of everything that you do now", karena apa yang lu lakuin sekarang jadi penentu atas apa yang terjadi esok. Nggak usah sampe segitunya mikirin masa depan, yang ntar yaudah dipikirin  ntar aja, asal kita bisa ngambil tiap kesempatan yang ada sekarang, ngelakuin segala sesuatu yang bisa kita lakuin sekarang dengan baik, selalu ngingetin diri tentang apa tujuan hidup kita, dan nggak lupa berdoa, yaudah, Insya Allah masa depan yang cerah menanti kita :)

Hehehee, gue lagi sok bijak ini
Au revoir :)