Chitty-Chatty~

Source
Soooo many things happened these last three (or four) months. First thing first is, I'd like to say that I'm freeeee now :D. It's been a though days for me. I've passed what you called "diklat maraton" that started at early September and about to end a week from now. Yes, it means that I'm not officially free, but I've just finished my last REPORT, which is consist of 120 pages that I write these last 2 weeks (I need 4 moths to write my mini thesis with the same amount. Incredible right?). So... I have the very right to name it as a-few-steps-more-to-be-actually-free. 

The "diklat" itself is not that awful actually. I don't hate it. I got new experiences and knowledge, I met bunch of wonderful people, I got some new kind-hearted friend who bring a good positive change to me. I met a friend whose her weirdness is fit with mine. I gain some weight (thanks to the catering service who always feed us six times a day).  And of course, I got lessons about life. After passed this "diklat", I realized that my definition about happiness is changed. It's simplified. Happiness is not about getting what you want, dinner in a luxurious place, traveling to beautiful places, or shopping till your knees get numb. 

Could see the beautiful morning sky when we should did sit-up 30-something-times is happiness. Had a 15 minutes bath at night after super hectic day is happiness. Had a dinner of popmie with a few friend is happiness. Could have 15 minutes nap every Friday between class break is a bliss. Soooo.... what I wanna say is, happiness is not something that you get with money. It's there, inside our mind and heart, we made it ourselves. All we have to do is always be grateful of everything we have, and everything that happen in our life. Don't forget to say, Alhamdulillah :)

But, even so, I still wanna say that this "diklat" also gave me headache. It's really hectic. And stressful. And tiring. I didn't even have time to post even a word in my blog. Because I didn't have enough time to open my net book, sat, and relax, and writing things. But I made a diary (again) in the middle of my depressing time. And it worked at compensating my anxiety. So, everything just fine. It's kinda funny actually, cause I made silly doodle beneath every paragraph I wrote. And when I re-read my writings, those doodle could move and show me what happened back then. It's cute, I should post them here someday...

So, this mussy writing officially become my comeback stage (lo pikir boyband korea?). I hope I could post something here frequently from now on~
Annyeong~

Namaku Hujan~


Namaku Hujan,
Orang mengenalku sebagai "Hujan yang jatuh cinta kepada awan"
Dengan patuhnya, dengan bodohnya, ku ikuti kemanapun dia pergi
Tanpa ku pernah tahu bahwa dia tak pernah menyukai keberadaanku disampingnya

Semua terlambat ketika aku menyadarinya
Diriku sudah terlalu tinggi,
Terlalu takut untuk jatuh,
Namun terlalu sakit untuk kembali

Lalu apa yang harus kulakukan?
Entahlah aku pun tak tahu,

Namaku hujan,
Aku pernah jatuh cinta kepada awan,
Tapi aku bukan lagi "Hujan yang jatuh cinta kepada awan"
Aku adalah "Hujan yang akan segera jatuh ke Bumi"

Lagu L'Arc en Ciel yang Easy Listening~

   
Siapa yang gak kenal sama L'Arc en Ciel? Kalo ngakunya pencinta segala sesuatu yang berbau Jejepangan pasti tau lah sama band rock yang satu ini. Kalo saya sendiri, dulu kenalnya gegara apa yaa? Oh iya, dulu pas jaman saya masih bocah kan kalo tiap hari minggu pagi suka ada kartun & anime yang diputer tuh di salah satu stasiun televisi swasta, nah ada satu soundtrack yang saya suka banget dan sampe apal (meskipun liriknya ngaco banget sih). Abis download lagunya diputer terus, meskipun saya waktu itu belum ngeh sama Laruku, tapi setelah saya kenal dan juga jatuh cinta sama Band beraliran J-Rock di Indonesia, dengan nama yang sama dengan alirannya (a.k.a J-Rock, baca: Abang Wima dkk.) saya jadi tau ada band di negara sakura sana yang jadi Inspirasi mereka buat bermusik. That's it! L'Arc en Ciel (baca: Om Hyde dkk). Seperti postingan2 yang lalu, disini saya akan berbagi lagu-lagu dari Laruku yang (menurut saya) bagus dan enak didengerin. Here they are~

1. The Fourth Avenue Caffe
Lagu inilah lagu L'Arc en Ciel yang pertama banget didenger sama kuping saya. The Fourth Avenue Caffe atau Izumi You ini adalah salah satu soundtrack dari anime Inuyasha. Meskipun musiknya sedikit up-beat khas J-Rock tapi lagu yang satu ini memiliki makna yang lumayan dalem. Tentang perpisahan seorang yang ditinggalkan kekasihnya. Something like that mereun.. Gista mah hobby banget mengartikan secara bebas sebuah lagu, hheu~

2. Hitomi no Jyuunin
Kalo lagu ini agak beda sama lagu sebelumnya, ada sedikit sentuhan melow nya. Tapi somehow saya selalu bisa dibikin merinding tiap denger lagu ini. Suaranya Om Hyde kan melengking-lengking dan meliuk tinggi kayak sinden gitu, jadi kalo denger dia nyanyiin lagu ini tuh rasanya gimanaa gitu.

3. Anata
Lagu yang satu ini termasuk salah satu yang wajib dibawain dalam setiap konser/world tour mereka. This song has something that make it special, dan memiliki ruang tersendiri di hati para penikmat musik Laruku. Sweet banget tau liriknya.

4. My Heart Draws a Dream
Yume wo egaku yo
Yume wo egaku yo
Yume wo egaku yo
My heart draws a dream~

Siapa coba yang gak semangat kalo dengerin lagu yang nyemangatin banget kayak gini. Lagunya tuh gak yang ceria banget atau bertempo cepat, dan cenderung lebih menenangkan. Tapi makna lagunya bisa banget bikin kita sadar kalo apapun mimpi kita, itu patut buat kita perjuangin.

5. XXX
Mmm... lagu ini artinya apa yah? Saya sendiri sebenernya juga engga terlalu paham sama maksud lagu yang satu enih, tapi musiknya itu looh... catchy banget! Sekali denger pasti langsung terngiang-ngiang. 
Step into fascination
Trap of infatuation, kiss
Meskipun kalo dipikir-pikir liriknya gak jelas mau kemana dan maksudnya apa, tapi saya engga pernah bosen dengerin lagu "aneh" ini.

6. Niji 
Pelangi pelangi alangkah indahmu merah kuning hijau dilangit yang biru, pelukismu agung siapa gerangan, pelangi pelangi ciptaan tuhan... Iya, pelangi yang itu. Tau pelangi kan? iya, yang barusan saya nyanyiin itu. Tau kan proses terbentuknya pelangi? Pelangi datang akibat dari proses pembiasan sinar matahari oleh titik-titik air hujan. Jadi pelangi gak akan ada kalau engga ada hujan. Pelangi yang indah itu ada seteah dia melewati derasnya hujan. Lagu ini juga menceritakan bahwa setiap kita menemui sebuah kesulitan, pasti akan ada sesuatu yang indah yang datang mengikutinya, ya indah, seperti pelangi.

Oke, segini dulu. Mendadak gak tau mau nulis apa lagi. Jadi, dilanjut nanti aja yah kalo udah mood nulis lagi~

Hujan Bulan Juni~

sumber
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucap
diserap akar pohon bunga itu

~Sapardi Djoko Damono~
 Barusan ujan, eh gerimis ding. Bentar. Dan tiba-tiba keingetan sama puisi ini.

Ini itu, itu apa?

"Nduk, mau ikut ibuk belanja ndak?"
"Bentar buk, ini lagi mau ngerjain laporan ojt. Ntar kalo aku ikut trus yang mau ngerjain siapa?"
"Yawis, ndang dikerjakke"
Dan Gista pun ndelosor di kamar, ngadepin laptop, buka kaskus, youtube, nyunyu, instagram, facebook, blogger and anything but that-so-called-laporan-ojt-thing.

Lagi-lagi disuruh bikin laporan. Ngerjain apa dikit lapor, ikut acara apa lapor, ada kegiatan apa lapor, kayak punya pacar posesif aja apa2 musti lapor *eeh*.

Lagian, kenapa sih bentuknya musti laporan? Gak ada cara lain apa selain pake laporan? Kalo gak salah apa-apa masa iya musti lapor? Emang situ mau dilaporin? Bayar pengacara mahal tauk!! (baca dengan nada nyolot)

Deadline tanggal 5 Juni, dan lagi-lagi, saya masih berasa kalo 5 Juni itu masih lama. Padahal emang iya, masih lama. Tunggu aja, liat ntar pas udah H-2, pasti diantara anak2 yang lain, gue yang paling heboh sendiri, nanya ini itu sama orang2. Mending kalo udah tau apa yang mau dikerjain, lah ini, otaknya masih kosong melompong, menunggu ada peri inspirasi datang dan membawakan segepok bahan buat ditulis.

Anyway, post ini emang gak penting, gue cuma lagi mencari pengalih perhatian, so pardon this stupid rant. *lanjutin ngobrol sama kucing*


PS: Ada yang mau bantuin bikin laporan saya tak?

[Review] Movie: Usagi Drop (2011) ~

Usagi Drop
Satu lagi film jepang yang recommended buat ditonton!
Satu kata buat film ini: Maniiiiiisss banget!!
Ceritanya manis, dedek Mana Ashidanya maniiis, Kenichi Matsuyamanya juga manis ;)

        Usagi Drop (Bunny Drop) merupakan sebuah film yang diadaptasi dari manga dengan judul yang sama. Bercerita tentang kehidupan seorang gadis kecil, Rin Kaga (Mana Ashida), 6 tahun, dan Daikichi Kawachi (Kenichi Matsuyama). Pertemuan pertama mereka terjadi saat hari pemakaman kakek Daikichi, yang juga merupakan ayah kandung Rin. Dikisahkan disini, Rin adalah anak tidak sah dari kakeknya Daikichi. Masalah muncul ketika sepeninggal ayahnya, tak ada seorang pun dalam keluarga besar Kawachi yang mau merawat Rin. Melihat Rin yang kesepian dan sangat kehilangan ojii-san nya, hati kecil Daikichi terketuk. Dan tanpa pikir panjang, dia mengajak Rin kecil untuk tinggal bersamanya.

      Dirinya baru benar2 sadar akibat dari tindakan gegabahnya keesokan harinya, bahwa merawat anak kecil membutuhkan tanggung jawab yang besar. Mengingat dirinya yang masih muda, belum menikah dan belum pernah merawat anak kecil sebelumnya, tentunya dia harus melakukan banyak sekali penyesuaian. Dan dimulailah kehidupan "baru" mereka. Rin yang pendiam harus mulai membuka diri kepada Daikichi, dan Daikichi harus "menata" ulang ritme hidupnya. 

     Kemudian adegan selanjutnya diisi dengan usaha mereka berdua untuk bisa saling mengerti. Kita bisa melihat pengorbanan Daikichi untuk bisa tetap merawat Rin, dan kebingungan2 yang harus mereka hadapi. Mulai dari bingung cari sekolah untuk Rin, bingung membagi waktu antara Rin dengan pekerjaannya, bingung bagaimana cara merawat anak kecil yang sedang sakit, dan hal2 lain yang bikin kita senyum2 sendiri liatnya. Daikichi tuh keliatan sayaaang banget sama Rin.
    Jadi, bagaimanakah kelanjutan kisah mereka berdua? Siapa dan dimana ibu kandung Rin yang sebenarnya? Apa ibu kandungnya sama sekali tidak peduli dengan keberadaan Rin? Apakah Dakichi harus merawat Rin untuk selama-lama-lama-lamanya? Apakah ketakutan Daikichi bahwa dia tidak akan bisa mendapat pacar karena dia telah memiliki seorang anak terbukti? Cari tau sendiri, cause I’m not gonna tell you!!

     Yang jelas menurut saya film ini ringan banget, kita engga perlu mikir selama nonton, cocok banget buat ditonton sambil nyantai. Karena, ya itu, ceritanya memang tentang kehidupan sehari-hari mereka aja, mengalir, dan sangat sangat manis. Ada sih satu dua kejadian yang bikin panik, tapi saya yakin they could overcome that problem. Super duper manis pokokna mah. (udah berapa kali saya ngomong manis coba??) Oh iya, ada kesimpulan terakhir dari Daikichi yang kalo dipikir-pikir ada benernya juga. Ini~

At some point we all grow and fall in love. Get married, give birth, and become parents. And kids in their turn become parents from this angle. As far as I can see, the world is all fathers and mothers. Isn't it like big waves of love?

      Maniss kaan?? Saya aja dibikin senyum terus loh selama hampir dua jam nonton (kecuali pas Kouki sama Rin nangis bareng di makam). Kenapa?? Karena for the very first time saya bisa melihat Oom Kenichi Matsuyama keliatan "normal". Beberapa kali nonton filmnya Kenichi, perannya dia gapernah ada yang normal. Di Death Note, tau sendiri kan gimana kelakuannya L. Di DMC apalagi, tidak tertolong. Trus di Gantz... yah lumayan sih, tapi karakternya dia agak kacau gitu. Terus di film dia yang terakhir saya tonton, Zeni Geba, dia jadi seorang psikopat yang gila duit. Hmmm... Jadi, tetiba liat dia berperan sebagai cowok normal yang punya kehidupan yang biasa aja, sweet, baik, lembut, dan sayang sama anak kecil kayak gini tuh sesuatu banget.

Ini reviewnya filmnya yang sebelah mana yak ngomong2? Malah jadi ngebahas Kenichi Matsuyama kan gis -____-
Hontou ni gomennasai minna-san!!

[Review] Dear You - Moammar Emka~


      Punya buku ini udah lama, kepincut beli gegara desain covernya yang lucu, pengarangnya, Moammar Emka, siapa sih yang gak kenal sama dia, trus sinopsis di sampul belakangnya bikin penasaran, kayaknya ceritanya bakal bagus gitu. Tapi... eng-ing-enggg... setelah dibuka, ternyata buku ini adalah kumpulan sajak sodara2...
     Hehe salah saya sendiri sih, kalau mau beli buku ga baca2 review dari orang lain dulu, suka kalap kalo udah liat banyak buku berjejer di toko buku, jadi.. sering apa ya istilahnya, keliru beli buku. Tapi gak terlalu kecewa juga sih, soalnya dapet bonus kartu cinta gitu. Desainnya lucu, tulisannya lucu juga, kek gini nih~
Dear you, cinta memang sederhana. Tapi aku memilih luar biasa memaknai jatuhnya. Jatuh cinta kepadamu.
Tapi setelah kunjungan keponakan saya beberapa waktu lalu ke kamar saya, ternyata keberadaan kartu cantik tersebut tidak dapat terlacak lagi jejaknya. Hmmm... mungkin sudah berubah bentuk menjadi serpihan cantik. Hanya Dek Ais dan Tuhan yang tahu...

    Oke, kita bahas isinya... Buku tebal ini (iye, 403 hlm itu termasuk tebel kan?) berisi ratusan potongan kalimat2 cinta (yang menurut saya pribadi agak sedikit ketinggian bahasanya) yang terbagi kedalam 13 bab sesuai dengan temanya. Ada jatuh cinta, rindu, rindu tapi tak tersampaikan, perpisahan, rindu tapi sama dia yang udah jadi punya orang lain, patah hati, cinta yang menggebu, kangen sama dia yang udah lama pergi, dsb. Jadi, bener banget sinopsis yang ada di cover belakang. Temukan cerita cintamu di buku ini dan bersiaplah untuk jatuh cinta lagi. Maybe you'll find what your love story feels like in one of those beautiful words. Hehe,

    Tapi-tapi... kayaknya buku ini bakal lebih berguna buat cowok yang lagi pedekate atau mau ngajak balikan pacarnya, karena apa? Karena kalimatnya (lagi-lagi) menurut saya pas banget buat ngegombalin cewek, meski agak mikir sih, tapi bisa lah kalo mau bikin cewek melting2 gitu, hihihii. Buku ini dilihat dari sudut pandang cowok banget, entahlah, mungkin gegara pengarangnya juga cowok kali ya? Selain itu buku ini mungkin lebih pas dibaca oleh manusia2 yang sedang jatuh cinta, atau galau, karena kalau dibaca sama orang yang kondisi hatinya lagi suwung, gak akan ngasih efek apapun. Kok tau?? Mmmm yagitudeh...

       Dan setelah saya bolak balik dan skip2 buku ini beberapa hari, saya menemukan beberapa penggal kata cinta manis yang menurut saya manisnya pas dan beberapa kata2 galau buat orang yang gagal move on~

* Ketika memikirkan orang yang pernah kamu cintai, ingatlah dia dengan tersenyum untuk berterima kasih.Karena dialah, kamu lebih mengerti tentang kasih.

* Suatu hari. Dua kata yang berbahaya. Seperti menjanjikan sesuatu, tapi menyimpan ketidakpastian. Semu tapi seperti nyata dan sebaliknya.

* Seperti masuk dalam labirin,
setiap kali kucoba mengurai segala tentangmu.
Sesatku di persimpangan jalan.
Menunggumu dalam ketidakpastian!

* Aku percaya cinta itu bersifat menuntun. Tapi kubutuh tanganmu untuk sampai ke tujuan.

* Kalau saja hati itu seperti buku terbuka, betapa indahnya membca dan menuliskan cinta - untukmu.

* Kadang, cinta itu tak perlu bicara. Dalam diam pun cinta tetap bisa berkata-kata.

* Biarpun remuk redam, salahkah jika terus kutimang rindu ini - untukmu, tanpa titik koma?! Ah, memang tak butuh teori. Aku hanya ingin jatuh cinta dan terjun bebas bersamanya.

* Kamu: "Ada apa dengan diammu?"
Aku: "Ah, yang diam kan hanya mulutku. Pikiranku? Tak pernah berhenti bicara, tentangmu. Kamu tahu itu."

* Masih...
Setiap kali sunyi mematuk sendiri,
kamu pun hadir tanpa permisi.
Masih dan selalu begitu.

* Dear you,
Semua masih tentangmu. Mimpi itu, harapan itu.
Tak ada yang berubah. Setiap inchinya begitu berarti.
Selamat pagi.

* Dear you,
Melupakanmu? Tidak...
Selambat atau secepat apa kita ingin melupakan? Tidak ada jawaban yang tersirat, pun tersurat.
Selama ingatan adalah akarnya, melupakan adalah milik waktu; kapan pun itu.
"Aku tlah melupakanmu!" Mungkin, makna yang sebenarnya adalah "aku (merasa) telah melupakanmu." Faktanya: tidak!
Biarkan waktu yang melupakanmu karena aku tak mampu membunuh ingatanku.
Melupakan semua tentangmu? Tak mungkin; karena kamu tinggal dalam ingatan.
     Iya, pada akhirnya aku memilih untuk berdamai dengan diriku sendiri, aku tak akan memintamu hengkang. Aku akan menunggu. Sampai kau lelah berkeliaran dalam ingatanku, jadi biarkan waktu yang menghapusmu. (saya engga curhat loh, serius. Engga curhat kok ini)