Present~

It's the fifth summer since I know you,
And I still do what I've been doing all this time
Watching you from afar, and secretly sending this blissful wishes for you

I still holding tight that hope
I still try to cross that rope
I still praying that prayer
I am staying in this exact place as I did some years ago
I still fooling myself, wishing for that impossible to be possible,
right now, or later, or maybe someday

It feels like I'm riding a carousel
Seems that I've been move far far away,
but all I did was running around in circle

I feels that I've been in this particular situation too many times before
Not deja vu
It's just a bad dream, a nightmare
where I have no control over it

I'm trapped in this palace of despair
Where I would never be the queen
As you will never be my king
And once again, all I did was begging for another extra time~


--1x March 2014--
Yes, this is for you~

???

I know that it's just a dream
I remember that it's unreal
I see that it's nothing
I feel that it's just my imagination

It makes me so sad
It changes me so bad
It brings me into the darkness

But somehow, It felt so real and wonderful. No matter this is right or wrong~

Review: Scappa per Amore ~ Dini Fitria

Koleksi novel baru aja nambah nih, judulnya Scappa per Amore. Penulisnya mbak Dini Fitria produser Jazirah Islam Trans7. Sebenernya yang pertama kali bikin aku tertarik buat beli sih gara-gara desain covernya, lucu. Trus pas baca sinopsisnya di sampul belakang. .. hmmm kayaknya patut buat dibaca nih.


Judul : Scappa per Amore
Pengarang : Dini Fitria
Penerbit : Noura Books


Banyak manusia yang keliru memaknai hidupnya,

tapi lebih banyak lagi yang menjalaninya tanpa makna.

Italia. Inilah negara keempat yang dikunjunginya. Awalnya, tugas liputan kehidupan kaum Muslim di beberapa negara di Eropa ini diterimanya untuk rehat sejenak dari kenyataan pahit yang sulit dihadapinya. Namun, di depan Fontana di Trevi pun. Diva masih berusaha mengumpulkan kembali serpihan hatinya yang sempat terburai karena cinta. Scappa per Amore lari karena cinta, istilah dalam bahasa Italia ini tepat sekali menggambarkan perjalanannya.

Namun, tak seperti manusia, Tuhan tak pernah meninggalkan mereka yang mencintainya. Justru di negara-negara tempat Islam menjadi minoritas itulah Diva bertemu para pejuang kehidupan yang memberinya banyak pelajaran berharga. Hakima yang rela diusir demi mempertahankan kepercayaannya. Karima dan Elise  yang rela mengorbankan berbagai prestasi demi selembar hijab,   teman-teman baru yang membukakan matanya dan mengenalkannya pada sisi unik Islam di Eropa, sampai Vivi, sahabat lamanya yang memberikan kejutan tak terkira.

Namun, di tengah perjalanan, sebuah panggilan rindu dari mamanya di Jakarta membuatnya gamang. Hatinya cemas. Dia takut mamanya tak sekadar kangen. Diva pun harus memilih di antara tanggung jawabnya pada keluarga atau pekerjaan.
Novel ini bukan hanya sekedar cerita tentang perjalanan Diva selama di Benua Biru saja. Banyak hal yang akan membuat pembaca menghela nafas, bersyukur, tersenyum, berfikir, atau bahkan meneteskan air mata. Dari novel ini kita akan banyak diingatkan untuk selalu bersyukur karena telah terlahir sebagai seorang muslim. Apa yang dialami oleh para tokoh dalam novel ini akan "menyadarkan" dan tentunya menginspirasi kita. Pertolongan Allah akan selalu datang pada orang-orang yang percaya. Meskipun hidup sebagai kaum minoritas di negara masing-masing, meskipun harus melewati berbagai macam ujian, cercaan, siksaan, atau bahkan ancaman dari orang-orang terdekat mereka, tokoh yang diceritakan dalam novel ini tetap mempertahankan apa yang menurut mereka benar. Dan membaca kisah mereka membuat kita -aku aja sih mungkin- merasa kurang bersyukur. Hidup sebagai muslim di Indonesia itu gak susah loh. .. Tapi kenapa kualitas ke-muslim-an gue masih gini2 aja?? Hmm. .. buku ini bisa jadi bahan buat introspeksi diri.

Jalan ceritanya ngalir banget, berhubung aku tipe orang yang suka baca sambil ngebayangin apa yang lagi diceritain, buku ini seakan-akan membawa aku ikut berkeliling Eropa. Merasakan perjalanan dalam novel ini. Twist di ending nya agak bikin mikir, and it makes me read it twice to understand what it really means. Overall buku ini recomended banget buat dibaca.

Oh iya, ada beberapa quote yang oke banget.

~Terkadang hidup terlalu baik karena telah mempertemukan kita kepada banyak pilihan. Tapi tak jarang hidup juga menjauhkan kita dari pilihan-pilihan yang kita inginkan~

"Kamu tidak perlu malu kalai semua orang menertawakanmu hanya karena kamu berbeda. Justru kamu harus mali kalau tidak berani menjadi dirimu sendiri"
-Kakek kepada Diva

 "Hidup itu soal rasa dan rasa itu tak bisa dibeli dengan apa pun. Temukan rasamu dan jagalah!"
-Carla kepada Diva

"Ini bukan soal berapa kali kita jatuh dan merasa bodoh, tapi seberapa besar usaha kita untuk bangkit dan menyadari kesalahan, itu yang penting!"
-Peter/Sholeh

"Jika salah perbaiki, jika gagal coba lagi. Tapi, jika kamu menyerah, semuanya selesai"
-mama Diva kepada Diva

"Banyak manusia keliru memaknai hidupnya, tapi lebih banyak lagi yang menjalaninya tanpa makna. Hanya sedikit orang yang paham mengapa dan untuk apa dia hidup."
-Stefano-

"Tidak ada manusia yang mampu berjalan sendiri tanpa campur tangan Tuhan, untuk itulah kita harus banyak bersujud meminta pertolongan-Nya"
-masih Stefano-

"Setiap orang pasti punya masa lalu dan jodoh itu hanya soal waktu"

"Tak jarang juga aku emnghakimi dan menyesali diri dengan seribu kata pengandaian. Andai aku begini dan begitu, pasti akan sepeti ini dan seperti itu. Padahal kita tidak pernah tahu apakah peransaian itu akan menjadikan kita lebih sempurna, bahagia, atau malah sebaliknya. Ternyata mengenali diri sendiri itu jauh lebih susah ketimbang mengenali orang lain."
-Diva kepada dirinya sendiri-

And. . . that's it!!

Nasib PKL di Jl Kepatihan dan Alun-alun Bandung #1

Kemaren abis pergi sama temen ke Kings, hmmm... rasanya udah lama banget gak maen ke kawasan Kings dan sekitarnya. Mau parkir motor mah biasa aja, taruh aja di sepanjang jalan kepatihan menuju Alun-alun. Disitu gue masih belum sadar dan masih sebodo amat sama keadaan yang agak2 sepi. Gue mah mikirnya, ah kepagian kali yak kesininya, jadi masih belum rame. Biasanya kan bakal banyak banget motor yang berjejer rapi disitu, diiringi suara mamang sopir angkot yang teriak2 rebutan penumpang. Tapi yasudahlah..
Dan begitu gue mulai berjalan menyusuri jalan disebelah Yogya Kepatihan, gue baru celingak-celinguk dan nanya sama temen gue yang sama bingungnya ma gue.
"Lah, ini yang jualan pada kemana??"

Sepanjang jalan yang biasanya dipenuhi sama pedagang tas dan aksesoris cewek lain plus pembeli yang selalu ramai memenuhi jalan dan menyebabkan macet, kini berubah jadi jalanan yang rapi, bersih, tanpa dapat ditemukan satu batang pun hidung PKL. Yang ada malah bapak2 Satpol PP yang duduk-duduk di mobil mereka. Ada apa ini?? Gue kurang update. .. :'(

Trus buat mengaasi ke-shock-an kita, kita masuk dulu ke Yogya, sambil nyari kado buat temen kita. Masih dengan menyimpan pertanyaan yang sama, ini abis ada apaan??
Udah kelar, trus kita ke Kings Shopping Center nya. Kalo ini  mah gue nggak terlalu kaget, sebulan yang lalu, pas terakhir gue kesini juga Kings udah jadi bagus, udah banyak kaca, kios2 penjualnya udah drapiin, jadi lebih cantik dan gue seneng sama perubahan yang ini :) Jadi agak mendekati BIP lah paling nggak. hehe..

Trus pas mau balik, udah kelar muter2 dan ngabisin duit temen :p, kita ketemu sama pedagang yang jualan tote bag di emperan. Berhubung temen gue pengen beli, nanya2 deh sama aa' nya yang jualan. Dan sambil temen gue liat2 tas nya, inilah percakapan yang terjadi:
Gue: a', ini pedagang yang lain pada kemana? kok gak ada??
Mas2 pedagang: Itu neng, kemaren pada dipindahin ke Gedebage
Gue: Lah, kok jauh banget a', ke Gedebage?
Mas2: Iya neng, apalagi kan gedebage di tengah sawah gitu ya? Siapa coba yang mau belanja ke sana??
Dan percakapan kita harus terputus gara-gara aa' nya lari sambil bawa barang dagangannya ngumpet, ketika ada mobil satpol pp yang lewat. Bahkan tanpa menghiraukan fakta bahwa temen gue udah bawa tas nya satu, dan belum bayar. Ya Allah. .. pedagang2 yang masih pada jualan di emperan kings tuh pada lari ketakutan. Dan gue ngerasa miris waktu itu, sesulit inikah mencari sesuap nasi?

Hmmm. . .udah bayar, kita balik. Dan begitu nyampe tepat parkir tadi, gue baru sadar kalau ternyata pedagang2 yang jualan di sepanjang jalan kepatihan bahkan sampai alun-alun pada nggak ada. Sepi.. eh rapi banget cuy!! Dan sama seperti tadi, banyak bapak2 satpol pp yang duduk2 disana. ..

Dan sepanjang perjalanan pulang, gue mikir, bener banget sih kata aa' tadi. Kalo di deket alun-alun, dagangan mereka kan pasti laku, tiap hari pasti banyak orang belanja. Lah kalo di gedebage, selain tempatnya disana kurang strategis dan kurang bersih, lokasinya juga terlalu jauh dari pusat kota. Udah males duluan kali mau shopping aja musti ke ujung dunia. Yah emang selalu kayak gini keadaannya. Kebijakan pemerintah tuh kayak dua sisi mata uang yang selalu berlawanan, disatu sisi pemkot pengen kotanya terlihat rapi dan bersih, tapi disisi lain nasib para PKL juga musti diperhatikan. Kalo milih keindahan kota, yasudah, PKL nya musti dikorbanin ;'(

Berhubung kemaren gue terlalu shock, nggak kepikiran buat foto2 keadaan sana yang sekarang. Tapi yasudahlah. .. Dan muncul satu pertanyaan dalam benak gue. Kemana lagi kalo kita mau nyari tas 50rb an sekarang??

Semoga Pemkot Bandung punya rencana yang baik untuk hal ini. . .Amin.



Hujan yang Sama

melihatmu dari balik jendela kaca yang berembun
menikmati aroma khas yang kau hadirkan
menitipkan rindu lewat rintikmu untuknya
bersenandung lirih, berharap kau bisa menyampaikan isi hatiku padanya

apakah dia bisa mendengarnya?
akankah dia mendengarnya?

rinai mu semakin berirama
lalu perlahan lahan rintikmu mereda, kau pun menghilang
digantikan lengkungan warna warni di ufuk barat,indah
kau hilang, tapi aku tahu kau tak keberatan
kau tak pernah keberatan
karena kau tak pernah digantikan
keberadaanmu lah yang mampu menciptakan keindahan ini

hari ini aku masih menatapmu dari balik jendelaku
menikmati alunan nada yang kau dentingkan
mendengarkan melodi kerinduan yang tak terucapkan
mungkin tak akan ada pelangi setelah ini
mungkin aku memandangmu dari jendela yang berbeda
mungkin rinduku juga tak lagi sama
namun aku masih menunggumu
aku masih menunggu hujan yang sama~

Crayon Warna Hitam~

aku crayon warna hitam
mungkin aku tak sehangat crayon kuning
tak semenarik si merah jambu
aku tak meneduhkan seperti crayon warna hijau
aku tahu, aku tak bisa menjadi warna langitmu yang biru
atau warna pelangi, matahari, atau bunga mu
aku bukan crayon putih yang selalu menjadi cahayamu
tapi aku bisa mewarnai malammu
aku bisa hadir di lukisan hitam-putihmu
aku bisa mempertegas garismu
aku akan ada disaat warna lain tak bisa lagi mewarnai gambarmu

mungkin aku bukanlah warna favoritmu
tapi kutahu, kau akan membutuhkanku untuk melengkapi gambarmu~

Topeng

Topeng itu...
kenapa kau masih mengenakannya??
bukankah kau baru melepasnya kemarin?
kini kau menggantinya dengan yang baru
wajah lain yang berbeda
wajah lain yang aku tahu pasti bukan dirimu
aku tak tahu apakah yang ini lebih baik dari yang kemarin
aku tak tahu apa kebohonganmu lebih parah dari kemarin
aku tak tahu lagi apa yang kau inginkan
aku tak tahu, karena kau masih mengenakan benda mengerikan itu

apa kau masih takut?
apa kau masih menyembunyikan sesuatu dariku?
atau kau belum percaya kepadaku?

kumohon... temui aku tanpa topeng itu
aku hanya ingin  melihatmu
melihat wajah aslimu
melihat apa yang sebenarnya kau fikirkan tentang aku
tak peduli itu akan menyakitiku atau apa
tapi kumohon...
aku sangat muak dengan kepura-puraan ini
aku lelah hidup dengan manusia-manusia bertopeng
memakai kedok cantik untuk menyembunyikan wajah mengerikan mereka

lepaskanlah topeng itu. ..
apa kau fikir kau berhasil membodohi orang lain?
apa kau sadar bahwa kau sedang membohongi dirimu sendiri??
apa kau senang dengan hidup yang seperti itu?


kumohon. .. tinggalkan topeng itu,
kau tahu, aku juga sedang berusaha. ..
karena aku juga lelah dengan topeng yang kukenakan ini~